SUMENEP, KanalNews.id — Komunitas Orang-orang Penuh Inspirasi (KOPI) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Parade Musik Keroncong se-Jawa Timur, Sabtu malam, 8 November 2025.
Acara yang menjadi bagian Calendar of Event Sumenep 2025 itu berlangsung di Bundaran Taman Potre Koneng Taman Bunga (TB) Sumenep.
Alunan cak-cuk ukulele berpadu dengan dentuman cello, kontrabass, serta melodi flute dan biola menciptakan nuansa romantis khas musik keroncong.
Pantauan media ini, kegiatan kesenian itu dihadiri pejabat teras Sumenep, diantaranya; Pj Sekda Sumenep, Raden Achmad Syahwan Efendi, Tiga asisten Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep, sejumlah kepala OPD, dan pengurus Paguyuban Artis Musik Keroncong Indonesia (PAMORI) Jawa Timur.
Pj Sekda Sumenep, Raden Achmad Syahwan Efendi dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi kepada panitia dan PAMORI Jawa Timur atas terselenggaranya parade musik tersebut.
“Ini bukti bahwa musik keroncong adalah budaya asli kita yang tetap digandrungi. Mari kita gaungkan agar digemari generasi muda milenial,” kata Pj. Sekda Sumenep. Sabtu malam (08/11/2025).
Lebih lanjut, Syahwan panggilan akrabnya menambahkan, meski keroncong lahir dari akulturasi budaya Portugis, hanya di Indonesia musik ini berkembang pesat dan memiliki banyak jenis.
“Hal ini perlu terus dikembangkan. Keroncong sebagai identitas nasional harus kita pertahankan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Ketua KOPI Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, yang juga Asisten Administrasi Umum Setda Sumenep, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Sumenep.
“Di event ini para seniman, musisi, dan pemerhati musik keroncong dapat berkumpul bersama,” ujarnya.
Ferdian sapaan karibnya menambahkan, parade ini juga menghadirkan edukasi interaktif agar masyarakat lebih mengenal keindahan musik keroncong dan memahami kontribusinya bagi kebudayaan nasional.
“Event ini menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan komunitas seniman dan musisi keroncong dari berbagai daerah di Jawa Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumenep, Heru Santoso, menjelaskan parade keroncong merupakan bagian dari Calendar of Event 2025 dan upaya melestarikan musik tradisi.
“Parade ini tidak hanya diikuti oleh orang tua, tetapi juga generasi muda yang memainkan musik khas Nusantara ini,” terangnya.
Heru panggilan akrabnya menjelaskan, sekitar delapan orkes keroncong dari berbagai daerah ikut berpartisipasi, antara lain dari Banyuwangi, Blitar, Tulungagung, Jombang, dan Sidoarjo.
“Ini menjadi ruang kebanggaan budaya lokal untuk memperkuat identitas dan memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda,” pungkasnya. (*)





















