Gelontorkan Rp300 Juta, Pemkab Sumenep Gratiskan Arus Balik Ribuan Santri

Arus Balik Gratis
Ribuan Santri Antre Manaiki Transportasi Laut dan Darat Dalam Program Arus Balik Gratis oleh Pemkab Sumenep. {Foto: Ilustrasi AI - Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mengalokasikan sisa anggaran untuk memfasilitasi arus balik santri pasca-Lebaran 2026. Sekitar Rp300 juta disiapkan guna memberangkatkan ribuan santri kembali ke pondok pesantren.

Kebijakan ini menempatkan santri sebagai prioritas penerima manfaat. Program tersebut ditopang dana sisa APBD yang secara khusus dialihkan untuk kebutuhan transportasi arus balik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengatakan anggaran itu diperkirakan cukup untuk menjangkau ribuan peserta.

Baca Juga :  Bentuk Keseriusan Pemerintah, DKPP Sumenep Gelar Kurasi Produk Unggulan Menuju Pasar Global

“Dengan anggaran itu, diperkirakan dapat mengakomodasi sekitar 4.000 santri untuk kembali ke pondoknya setelah mereka mudik lebaran,” katanya, Minggu (29/3/2029).

Lebih lanjut, Izoul panggilan akrabnya menjelaskan, pelaksanaan program dilakukan melalui pengajuan dari masing-masing pondok pesantren. Mekanisme ini digunakan untuk memastikan pendataan lebih rapi dan bantuan tepat sasaran.

Sejumlah pondok pesantren, kata dia, telah mengajukan permohonan pemberangkatan. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat menjelang puncak arus balik.

Baca Juga :  Intruksi Mendagri Diabaikan, Sumenep Tetap Gelar MCF 2025 Hingga Tekor Ratusan Juta

“Biasanya mulai akhir Maret ini, jumlah pemohon akan terus meningkat,” jelasnya.

Namun, menurutnya keterbatasan anggaran membuat program ini belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah sementara memfokuskan layanan kepada kalangan santri.

“Saat ini prioritas kami pada para santri. Nanti apabila masih ada sisa anggaran, akan kami pertimbangkan untuk kelompok lain,” tambahnya.

Baca Juga :  BRI Sumenep Sungguh "Kejam"! Aset Miliaran Hanya Dilelang Ratusan Juta Tanpa Persetujuan Nasabah

Selain penyediaan transportasi, sambung Izoul, pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang hendak kembali ke tempat kerja agar menggunakan armada resmi serta mengikuti jadwal keberangkatan.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan menjaga ketertiban arus balik. Pemerintah juga menggandeng aparat gabungan dalam pengamanan.

“Kami bersama aparat kepolisian dan TNI telah menyiapkan posko-posko untuk memastikan para pemudik aman dan lancar,” pungkasnya. (*)