Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Penanganan Diabetes Lewat Pelatihan Lintas Medis

Pelatihan Lintas Medis
Sesi Foto Bersama Dinkes P2KB Sumenep Bersama Peserta Tata Laksana dan Rehabilitasi Penderita DM di FKPT. (Foto: ist - Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id — Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, menggelar pelatihan tatalaksana Diabetes Melitus (DM) berbasis komunitas dan layanan primer bagi 70 tenaga medis.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel De Bagraf dan diikuti tenaga medis lintas profesi dari puskesmas dan klinik seluruh Sumenep sebagai pionir deteksi dini dan edukasi masyarakat.

“DM tidak lagi soal gula darah tinggi semata. Ini tentang perubahan ekosistem kesehatan, dan puskesmas harus jadi episentrumnya,” kata Kepala Dinkes P2KB, dr. Ellya Fardasyah melalui Kepala Bidang P2, Achmad Syamsuri, Kamis (10/7/2025).

Baca Juga :  Aset Miliaran Rupiah "Lenyap" di BRI, Korban Tuntut Keadilan ke Polres Sumenep

Lebih lanjut, Syamsuri panggilan akrabnya menyampaikan, banyak penderita diabetes tidak terdiagnosis di usia produktif. Penanganan kuratif semata tidak cukup menekan komplikasi yang muncul.

“Kami ingin menciptakan kultur baru tenaga kesehatan yang bergerak, bukan hanya menunggu. Yang menjemput risiko sebelum menjadi penyakit,” tegasnya.

Bahkan menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian strategi menurunkan kematian dini akibat PTM sebesar 25 persen hingga akhir 2025.

“Kuncinya di FKTP. Kalau mereka tanggap, maka komplikasi bisa ditekan, biaya kesehatan berkurang, dan masyarakat hidup lebih bermutu,” ujarnya.

Selain itu, sambung Syamsuri, pelatihan itu juga menjadi forum dialog antara peserta dari wilayah kepulauan dan daratan, membahas tantangan seperti keterbatasan alat skrining.

Baca Juga :  Tegas.! Pemkab Sumenep Tak Akan Beri Izin Pembangunan Tambak Garam di Gersik Putih

“Hasil pelatihan ini tak akan berhenti di ruang kelas. Kami akan bentuk mentor lapangan untuk pendampingan hingga tingkat RT/RW,” jelasnya.

“Sumenep sedang membentuk pola baru, sistem kesehatan berbasis ketanggapan primer. Pelatihan DM ini langkah awal penuh kesadaran dan keberanian,” imbuhnya.

Diketahui, Pada hari pertama, hadir dua pemateri klinis utama: Mohammad Kristian dari RSI Kalianget dan Didik Permadi dari RSUD dr. H. Moh. Anwar.

Baca Juga :  Strategi Jitu Pemkab Sumenep Sukses Turunkan Kemiskinan Tertinggi di Jawa Timur

Pria yang akrab disapa Kristian itu membahas pembaruan tatalaksana berbasis evidence-based medicine. Didik menjelaskan rehabilitasi fungsional dan pemulihan mobilitas pasca komplikasi.

Kemudian, pada hari kedua diisi oleh Bagus Mulyono, Tenaga Ahli Bupati Bidang Kesehatan, yang menekankan pentingnya edukasi gizi lokal berbasis keluarga.

“Penanganan DM yang efektif itu holistik. Gizi, olahraga, edukasi, psikososial semua harus bergerak bersama,” katanya.

Sementara PPNI juga mengirim Anis sebagai narasumber, ia membahas peran perawat sebagai jembatan antara sistem kesehatan dan realitas sosial masyarakat. (*)