NTT, KanalNews.id – Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Desa Golo Meni dan Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, terus dikerjakan dengan mengedepankan kualitas konstruksi, ketepatan waktu, keselamatan kerja serta kesesuaian terhadap gambar rencana dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa. Gedung KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan wadah pemberdayaan masyarakat di kedua desa.
Geradus Mas, yang dipercaya sebagai Kepala tukang pembangunan KDKMP Desa Golo Meni dan Desa Mokel, menegaskan bahwa tanggung jawab yang diberikan kepadanya akan dijalankan secara serius dengan memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Menurut Geradus, pekerjaan pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi harus memperhatikan kualitas sejak tahap awal hingga bangunan selesai dan siap dimanfaatkan masyarakat.
“Bagi kami, ini bukan sekadar membangun gedung. Ini adalah membangun harapan desa. Kami membangun rumah untuk ekonomi warga kami sendiri,” ujar Geradus Mas.
Sementara itu, sebagai kepala tukang, Geradus bertanggung jawab mengoordinasikan pekerjaan para tukang di lapangan sekaligus memastikan setiap bagian pekerjaan berjalan sesuai cetak biru, RAB dan standar kualitas konstruksi.
Pengaturan pembagian kerja menjadi salah satu aspek yang dilakukan untuk menjaga efektivitas pekerjaan. Setiap pekerja diberikan tugas sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing sehingga proses pembangunan dapat berjalan secara terarah.
Selain itu, kontrol terhadap material yang masuk ke lokasi pekerjaan juga menjadi perhatian. Material yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan serta spesifikasi pekerjaan agar tidak mengurangi kualitas konstruksi.
Kualitas Menjadi Prinsip Utama
Geradus menegaskan, kualitas merupakan prinsip utama yang tidak dapat ditawar dalam proses pembangunan Gedung KDKMP di Desa Golo Meni dan Desa Mokel.
Pengawasan dilakukan terhadap berbagai aspek teknis, termasuk kualitas campuran, kelurusan bangunan, ketepatan ukuran serta kekuatan struktur.
“Komitmen kami jelas. Kualitas adalah harga mati. Kami pastikan fondasi kuat, material sesuai spesifikasi dan bangunan dikerjakan berdasarkan gambar rencana,” tegas Geradus.
Menurutnya, bangunan yang nantinya digunakan masyarakat harus memiliki konstruksi yang baik dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Karena itu, setiap pekerjaan di lapangan dikerjakan dengan penuh ketelitian. Pengecekan dilakukan secara berkala agar apabila terdapat bagian pekerjaan yang membutuhkan perbaikan dapat segera ditangani sebelum memasuki tahapan berikutnya.
Target Waktu Tetap Diperhatikan
Selain kualitas, ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan.
Geradus bersama tim menerapkan pembagian tugas yang jelas agar pekerjaan dapat berjalan efektif. Para pekerja melaksanakan pekerjaan sejak pagi hingga sore dengan tetap memperhatikan kondisi keselamatan dan teknis di lapangan.
“Target penyelesaian tentu menjadi perhatian kami. Kami bekerja dari pagi sampai sore dengan pembagian tugas yang jelas. Namun, mengejar waktu tidak berarti mengorbankan kualitas pekerjaan,” jelasnya.
Menurut Geradus, keseimbangan antara kualitas dan waktu menjadi kunci agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai target tanpa mengurangi standar pekerjaan.
K3 Menjadi Bagian Penting Pekerjaan
Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian dalam pembangunan Gedung KDKMP.
Geradus memastikan para pekerja diingatkan untuk menggunakan perlengkapan keselamatan yang diperlukan serta menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja.
“Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pekerja wajib memperhatikan keselamatan, menggunakan alat keselamatan dan menjaga kebersihan area kerja,” katanya.
Penerapan K3 tersebut dinilai penting mengingat pekerjaan konstruksi memiliki berbagai risiko apabila tidak dilakukan dengan prosedur yang tepat. Karena itu, selain mengejar target pekerjaan, keselamatan para pekerja tetap menjadi prioritas. Koordinasi dan Monitoring Dilakukan Secara Berkala.
Dalam pelaksanaan pembangunan, Geradus bersama tim juga aktif melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa, pendamping teknis serta Babinsa yang turut melakukan monitoring di lapangan. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan pekerjaan berlangsung aman, tertib dan sesuai dengan tujuan pembangunan.
Kehadiran unsur pemerintah desa dan pihak terkait dalam monitoring juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap perkembangan pekerjaan di lapangan.
Geradus menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa, Babinsa dan masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap proses pembangunan.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari Kepala Desa, Babinsa dan seluruh masyarakat. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk menghasilkan pekerjaan yang terbaik,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Gedung, tetapi Investasi Ekonomi Desa
Geradus memandang pembangunan Gedung KDKMP sebagai sebuah investasi bagi masa depan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberadaan gedung tersebut harus benar-benar dimanfaatkan setelah pembangunan selesai. KDKMP diharapkan mampu menjadi wadah yang mendukung aktivitas ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa. Karena itu, kualitas bangunan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan besar pembangunan koperasi tersebut.
“Gedung ini nantinya akan digunakan oleh masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan bangunan yang kami kerjakan benar-benar kuat, aman dan bermanfaat,” ujar Geradus.
Semangat gotong royong juga menjadi bagian yang terasa dalam proses pembangunan. Para pekerja menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab, sementara pemerintah desa, Babinsa dan masyarakat turut memberikan dukungan terhadap kelancaran pekerjaan.
Geradus berharap pembangunan Gedung KDKMP di Desa Golo Meni dan Desa Mokel dapat diselesaikan dengan hasil terbaik dan selanjutnya dimanfaatkan secara optimal.
“Harapan saya, gedung KDKMP ini dapat berdiri kokoh, bermanfaat dan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Golo Meni dan Desa Mokel. Apa yang kami kerjakan hari ini mudah-mudahan menjadi bagian dari kemajuan ekonomi masyarakat desa ke depan,” pungkasnya.
Pembangunan Gedung KDKMP di dua desa di wilayah Kecamatan Kota Komba Utara tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai pembangunan sebuah fasilitas fisik. Lebih dari itu, proyek tersebut membawa harapan agar koperasi desa dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Dengan pengawasan teknis, koordinasi lintas pihak, penerapan K3 serta komitmen terhadap kualitas dan ketepatan waktu, pembangunan KDKMP di Desa Golo Meni dan Desa Mokel diharapkan mampu menghasilkan fasilitas yang kokoh, aman dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Bagi Geradus Mas dan seluruh pekerja yang terlibat, bangunan tersebut bukan sekadar hasil pekerjaan konstruksi, melainkan sebuah karya yang diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan masyarakat desa menuju kemandirian ekonomi. (*)





















