DLH Pasuruan Kebut Pembenahan Sistem Pengolahan Air Lindi TPA Wonokerto

TPA Wonokerto
Kondisi TPA Wonokerto Saat Ini. (Foto: Saichu - Kanal News)

PASURUAN, KanalNews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus membenahi sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto.

Salah satu prioritas yang kini dikerjakan adalah optimalisasi instalasi pengolahan air lindi guna meningkatkan pengelolaan limbah cair sekaligus menekan potensi pencemaran lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, M. Nur Kholis, menjelaskan bahwa pembenahan dilakukan menyusul ditemukannya sejumlah komponen sistem pengolahan lindi yang belum bekerja optimal. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air lindi belum sepenuhnya mengalir ke dalam instalasi pengolahan.

“Saat ini kami sedang memperbaikinya. Harapannya, kolam lindi dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya sehingga pengelolaan limbah cair menjadi lebih optimal,” ujar Kholis. Senin (10/08/2026).

Lebih lanjut, Kholis sapaan karibnya menjelaskan, Air lindi sendiri merupakan cairan yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah serta resapan air hujan ke dalam tumpukan sampah.

Seiring meningkatnya volume sampah dan curah hujan, sambung Kholis, produksi lindi berpotensi melonjak sehingga memerlukan penanganan sistematis. Oleh karena itu, menurutnya DLH membangun dan memperbaiki jalur aliran agar seluruh air lindi dapat masuk ke instalasi pengolahan secara sempurna.

“Fokus utama kami adalah memastikan lindi mengalir melalui jalur yang benar menuju instalasi pengolahan. Dengan demikian, potensi dampak pencemaran lingkungan dapat diminimalkan,” jelasnya.

Selain perbaikan saluran fisik, DLH Kabupaten Pasuruan juga meningkatkan teknologi pengolahan air lindi dengan menggabungkan proses mekanis dan kimiawi.

Pada tahap awal, masih kata Kholis, air lindi diberi bahan kimia tertentu untuk mengikat partikel pencemar. Endapan yang terbentuk selanjutnya dipisahkan melalui metode mekanis guna memulihkan kualitas air sebelum memasuki tahap pengolahan berikutnya.

“Prinsipnya, limbah diproses agar padatan dan airnya terpisah secara efektif,” tambah Kholis.

Adapun Rangkaian pembenahan di TPA Wonokerto ini mencakup:

1. Pembangunan dan perbaikan jaringan saluran lindi menggunakan saluran beton U-Ditch.

2. Rehabilitasi bangunan Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL).

3. Pembangunan area pre-treatment dan optimalisasi sistem pengolahan limbah.

4. Penyediaan fasilitas pencucian kendaraan operasional TPA.

5. Pemasangan jaring paranet di beberapa titik lokasi untuk menahan sampah ringan agar tidak terbawa angin ke lingkungan pemukiman warga sekitar.

Kholis menegaskan, pembenahan instalasi pengolahan lindi ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi hasil evaluasi pengelolaan TPA.

“Melalui serangkaian perbaikan ini, Pemkab Pasuruan berharap pengelolaan sampah di TPA Wonokerto semakin tertata, optimal, dan memenuhi standar ketaatan lingkungan, ” harapnya.

Sementara itu, Mandor Pelaksana Proyek, Wahab, menyampaikan bahwa pengerjaan di lapangan berjalan lancar sesuai jadwal yang direncanakan. Hingga awal Agustus 2026, progres pekerjaan fisik/sipil telah mencapai sekitar 60 persen.

“Pekerjaan sipil seperti pembangunan saluran, rolak, dan pengecoran lantai sudah mencapai 60 persen. Setelah tahap ini rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan konstruksi baja,” pungkasnya. (*)