Lestarikan Budaya Lokal, Pemkab Sumenep Kembali Gelar Festival Jaran Serek 2026

Festival Jaran Serek
Wabup Sumenep, KH. Imam Hasyim, Saat Memberikan Sambutan dan Resmi Membuka Festival Jaran Serek 2026. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar Festival Jaran Serek untuk keempat kalinya di GOR A. Yani, Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Setempat, Minggu, 10 Mei 2026.

Diketahui, Festival budaya itu dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Sumenep KH. Imam Hasyim, Sekda Suemenp, Agus Dwi Saputra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta undangan lainnya.

Pantauan media ini, Rute arak-arakan festivav budaya itu dimulai dari GOR A. Yani menuju Labang Mesem Keraton Sumenep di Kelurahan Pajagalan.

Baca Juga :  Jangan Lewatkan.! Pemkab Sumenep Gelar Job Fair 2023, 1.867 Lowongan Kerja Menanti Anda

Wabup Sumenep, KH. Imam Hasyim mengapresiasi pelaksanaan festival yang dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah. Menurut dia, Jaran Serek merupakan tradisi yang perlu terus dilestarikan di tengah perubahan zaman.

”Jaran Serek merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus terjaga keberadaannya. Namun, penyelenggaraannya perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman agar lebih menarik hati masyarakat,” katanya saat membuka acara terebut. Minggu (10/05/2026).

Baca Juga :  PC GP Ansor Sumenep Resmi Dilantik, Siap Kolaborasi Majukan Ketahanan Pangan

Lebih lanjut, Wabup Kiai Imam sapaan karibnya menilai, konsep festival budaya itu ke depan perlu diperkuat melalui inovasi, mulai dari iringan musik tradisional, kostum, hingga koreografi yang lebih dinamis, tanpa menghilangkan ciri khas budaya tersebut.

”Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, tetap meminati dan melestarikan Jaran Serek di tengah perkembangan hiburan modern yang semakin pesat,” tegas Kiai Imam.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Tampilkan Anak TK Binaannya Pada Festival Kreasi Anak Yatim

Politikus PKB itu menambahkan, Festival Jaran Serek perlu diselenggarakan secara berkelanjutan karena berpotensi menarik wisatawan ke Sumenep.

”Kami berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam upaya pelestarian budaya daerah, supaya terus berkembang kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (*)