Dinsos P3A Sumenep Tampilkan Anak TK Binaannya Pada Festival Kreasi Anak Yatim

Kadinsos Sumenep Mendampingi Bupati Sumenep Menyentuni Anak Yatim
Kadinsos P3A, Achmad Dzulkarnain Mendampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Menyantuni Anak Yatim dari TK Binaannya. (Foto : Kanal News)

Sumenep, kanalnews.id – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ikut serta memeriahkan festival kreasi anak yatim. Minggu (19/02/2023)

Kegiatan festival yang bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep itu masuk pada agenda event kalender wisata masa kejayaan Sumenep tahun 2023 yang dikemas dengan isra’ mi’raj dan menyantuni 1000 anak yatim.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinsos P3A Sumenep Achmad Dzulkarnain mengatakan, guna ikut memeriahkan festival kreasi anak yatim pihaknya menampilkan kreasi anak-anak binaannya.

“Ada 5 orang anak nanti kita tampilkan dalam acara festival 1000 anak yatim yang akan berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep. TK nya milik Dinsos P3A Sumenep,” katanya kepada awak media. Senin (20/02/2023).

Tak hanya itu, pria yang akrab izoul itu menjelaskan, dalam gelaran festival itu pihaknya juga menyediakan 500 kupon gratis bagi anak-anak yatim.

“Kami juga menyediakan 500 kupon bagi anak-anak yatim di acara festival kreasi anak yatim¬†yang di gelar pemerintah daerah kemarin,” terang izoul.

Mantan camat Lenteng itu juga menyampaikan bahwa, anak yatim adalah persoalan hati dan jiwa setiap orang, tentu setiap masyarakat punya tanggungjawab bersama untuk memuliakan dan mengangkat harkat dan martabat anak yatim.

“Mereka (anak yatim, red) punya hak yang sama dengan kita, kemerdekaan hidup yang layak, kehidupan sosial yang setara dengan orang pada umumnya, maka disinilah kita semua harus hadir untuk memberikan rasa bahagia pada mereka,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, keberadaan anak yatim harus mendapatkan perlakuan sosial yang layak sehingga mereka tidak merasa terkucilkan atau tidak diperhatikan.

“Kita semua harus hadir bagi anak-anak yatim. Karena mereka adalah bagian dari kita, dan harus mendapat kehidupan yang sama dengan anak pada umumnya,” terangnya.

“Apalagi kita sebagai umat muslim harus sayang terhadap anak-anak yatim, seperti Nabi Muhammad SAW junjungan kita yang senang dan cinta terhadap anak-anak yatim. Jadi paling tidak bisa meneladani perbuatan beliau,” pungkas izoul. (Ma/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *