KOTA PASURUAN, KanalNsws.id — Gerbong birokrasi Pemerintah Kota Pasuruan resmi bergerak dalam skala besar. Bertempat di Gedung Kesenian Kota Pasuruan, Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si (Mas Adi), memimpin langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan terhadap 138 pejabat lintas sektor, Kamis (30/04/2026).
Penyegaran ini mencakup posisi strategis mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Kepala Puskesmas hingga tingkat kelurahan. Turut menyaksikan momen krusial ini, Wakil Wali Kota Pasuruan H. M. Nawawi dan Ketua DPRD Kota Pasuruan H. M. Toyib.
Wali Kota Adi Wibowo menegaskan bahwa mutasi kali ini bukan sekadar pergeseran figur, melainkan hasil dari pemindaian kompetensi yang ketat. Seluruh proses penataan ASN kini telah terintegrasi melalui sistem e-Mutasi yang terkoneksi langsung dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Semua penempatan jabatan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Khusus Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, kami melibatkan Pansel Independen. Jika sistem di BKN memberikan ‘lampu merah’ atau tidak menyetujui, maka pelantikan tidak akan pernah terjadi,” tegas Mas Adi sapaan karibnya. Kamis (30/04/2025).
Berikut adalah beberapa nama pejabat eselon yang menempati pos baru dalam rotasi kali ini:
1 Rudiyanto, AP, MM Staf Ahli Bidang Sosbud dan SDM
2 Ir. Sahari Putro, MM Kepala DP3AKB
3 Ir. Yudie Andi Prasetya, M.Si Kepala Dinas Sosial
4 Siti Rochana, ST, M.Si Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
5 Lucky Danardono, A.P., M.M. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
6 Kokoh Arie Hidayat, SE, S.Sos, MM. Kepala Bapperida
7 Faishal Nizarsyah, ST, MT, MAP Sekretaris Inspektorat
8 Muhammad Faruq, S.Si, MM Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (Setda)
9 Meirina Gina Adriana, SH, MH Kabid Statistik (Diskominfotik)
10 Itfi Effendi, S.Sos, MM Inspektur Pembantu Khusus
11 Drs. Agus Andrijono Kepala Bidang Aset (BPKA), dan seterusnya.
Dalam arahannya, Mas Adi menekankan tiga pilar utama yang menjadi dasar perombakan birokrasi ini:
Tour of Duty: Mengasah fleksibilitas ASN dengan pengalaman di berbagai medan instansi agar potensi diri terus tergali.
Merit System: Menempatkan “The Right Man on The Right Place” berdasarkan kompetensi nyata, bukan subjektivitas.
Learning by Doing: Mendorong pejabat untuk adaptif dan cepat belajar menghadapi tantangan di pos baru.
Terkait kekosongan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), Wali Kota menjelaskan bahwa posisi tersebut untuk sementara akan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Namun, ia menjanjikan proses seleksi terbuka (open bidding) dalam waktu dekat.
“Proses seleksi Sekda akan digelar secara terbuka dan transparan. Siapa pun yang memenuhi syarat silakan berkompetisi secara sehat untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Pasuruan,” pungkasnya.
Perombakan besar ini diharapkan menjadi bahan bakar baru bagi akselerasi program pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih responsif bagi seluruh warga Kota Pasuruan. (*)





















