SUMENEP, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Paguyuban Keris Madura (PAKEM) akan menggelar Pameran dan Bursa Keris Kamardikan 2024.
Berdasarkan informasi dihimpun media ini, acara Pameran keris pusaka itu akan berlangsung besok 21-22 Oktober di Taman Andhap Asor, Pendopo Keraton Sumenep.
Ketua PAKEM, Basiriansyah, menyatakan acara ini bertujuan melestarikan keris sebagai warisan budaya dan mendukung pengrajin lokal.
“Keris adalah simbol budaya leluhur yang sarat nilai historis. Melalui pameran ini, kami berharap dapat mengedukasi masyarakat agar terus melestarikan tradisi keris agar tidak punah di tengah perkembangan zaman,” katanya pada media ini. Minggu (20/10/2024).
Selain pelestarian, sambung Basiri panggilan akrabnya menjelaskan, bahwa pameran ini juga bertujuan mencari pasar baru (Next Market) untuk keris kamardikan.
“Keris kamardikan bisa menjadi koleksi menarik, sama seperti keris sepuh,” tambahnya.
Bahkan menurutnya, salah satu keris yang akan menjadi sorotan utama adalah milik Achmad Fauzi Wongsojudo, yang proses pembuatannya terdokumentasi. Sehingga Keris ini memiliki nilai historis tersendiri bagi Sumenep.
“Kami berharap pameran ini menjadi wadah bagi generasi muda memahami makna setiap keris,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohamad Iksan, menyatakan acara ini juga penting dalam mengembangkan seni budaya tradisional dan ekonomi pengrajin.
“Pameran ini bukan hanya soal memamerkan benda pusaka, tapi juga soal mempertahankan identitas budaya Sumenep. Apalagi Keris telah menjadi bagian integral dari sejarah dan kebudayaan kita, ” terangnya.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap bisa terus mengembangkan potensi seni tradisional serta meningkatkan ekonomi para pengrajin,” ujarnya menimpali.
Berbagai pengrajin dari Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan akan ikut serta dalam acara ini. Pemkab Sumenep juga menyiapkan stand khusus untuk memfasilitasi peserta bursa.
Acara ini akan menjadi strategi Pemkab Sumenep dalam memberdayakan pengrajin keris agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas, baik dalam maupun luar Sumenep.
“Keris harus bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, terutama para empu yang menjadi tulang punggung tradisi ini. Kami akan terus mendukung upaya pelestarian ini sambil membuka akses pasar lebih luas,” pungkasnya. (*)





















