Program Wirausaha Santri 2023, Disbudporapar Sumenep Memfokuskan Pada Pelatihan Membatik

Program Wirausaha Santri 2023, Disbudporapar Sumenep Memfokuskan Pada Pelatihan Membatik
Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Didampingin Kepala Disbudporapar, Mohamad Iksan, Menyerahkan Bantuan Peralatan Membati Pada santri di PP Hidayatul Ulum Utara, Kec. Ganding. (Foto: Istimewa For Kanal Nesw).

SUMENEP, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) kembali memprogramkan Wirausaha Santri tahun anggaran 2023. Jumat, 11 Agustus 2023.

Berdasarkan informasi dihimpun media ini, program wirausaha santri tahun 2023 ini, Disbudporpar Sumenep memfokuskan pada pelatihan membatik.

Bacaan Lainnya

Melalui kegiatan ini, nantinya akan membuka akses kepada para santri dan alumni pondok pesantren untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya, melalui improvisasi ide-ide kreatifnya sebagai wirausaha muda.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pihaknya mengadakan program wirausaha santri guna membangun kreativitas dan meningkatkan keahlian kalangan santri.

Melalui pelatihan itu, sambung Bupati Sumenep, para santri akan memiliki jiwa entrepreunership atau kewiraswastaan, sehingga mereka siap menghadapi peluang ekonomi global secara digital.

“Sejatinya, program ini adalah untuk menghasilkan wirausaha muda dari kalangan santri, guna mengelola potensi yang ada di sekitar pondok pesantren atau di desanya masing-masing,” kata Bupati pada Peluncuran Wirausaha Santri, di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Ulum Utara Kecamatan Ganding, Jumat (11/8/2023).

Lebih lanjut, Cak Fauzi panggilan akrab Bupati Sumenep menejelaskam, bahwa setelah para santri mengikuti pelatihan keahlian membatik. Untuk tindak lanjutnya para santri akan mendapatkan bantuan peralatan membatik.

“Dengan begitu program ini nantinya tetap berkesinambungan dan berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi plasma kegiatan ini,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap, para peserta dapat mengikuti semua tahapan pelatihan dengan sebaik-baiknya, agar benar-benar bermanfaat untuk mengembangkan potensi, bakat, minat dan kemampuannya.

“Program ini bisa sukses manakala semua pihak yang terlibat ada koordinasi intensif, jadi jangan berjalan sendiri-sendiri, karena programnya membutuhkan kerja dan pikiran ekstra supaya bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan mengungkapkan, Wirausaha Santri 2023 menekankan pada keahlian membatik di empat plasma atau tempat yang setiap plasma itu terdiri dari 10 orang peserta.

“Waktu pelatihan 20 hari kalender, dimulai tanggal 12 hingga 31 Agustus 2023, yang akan terkonsentrasi di 4 tempat, yakni Batik Srikandi di Kecamatan Ganding, Batik Dharma di Kecamatan Rubaru, Batik Pajjer di Kecamatan Bluto dan Batik Poernama di Kecamatan Batuan,” pungkasnya. (Hil/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *