Ketua DPC Demokrat Sumenep Nobar Pidato Politik AHY Bersama Petani

Ketua DPC Demokrat Sumenep Nobar Pidato Politik AHY Bersama Petani
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono (AHY), Saat Menyampaikan Pidato Politiknya. (Foto: Istimewa For Kanal News).

SUMENEP, KanalNewa.id – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumenep, H. Indra Wahyudi menggelar nonton bareng (Nobar) Pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama tokoh masyarakat dan petani. Jumat 14 Juli 2023.

Diketahui, Pidato politik AHY tersebut disiarkan di empat stasiun televisi yaitu tvOne, Metro TV, CNN TV, dan Kompas TV.

Acara nonton bareng itu berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat Desa Kebun Barat, Kecamatan Rubaru itu dihadiri kurang lebih 200 orang dari berbagai kalangan mulai kiai, tokoh masyarakat, pemuda, petani dan lain-lain.

“Alhamdulillah kami disini bersama tokoh masyarakat, pemuda dan petani kompak menyaksikan pidato politik AHY dengan seksama dan penuh khidmat, ” kata Indra Wahyudi, Ketua DPC Demokrat Sumenep. Jum’at (14/07).

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam pidato politiknya menyampaikan tentang agenda perubahan dan perbaikan untuk Indonesia yang lebih baik.

Baca Juga :  Peringati HUT Ke-22, Indra Wahyudi Datangkan Pendiri Partai Demokrat Sumenep

Dalam kesempatan itu, AHY menyampaikan tiga hal yang melandasi pemikiran Demokrat dalam melakukan agenda perubahan.

Pertama, studi dan pengamatan, atas apa yang dilakukan negara dan pemerintah selama sembilan tahun terakhir. Kedua, permasalahan serius yang dirasakan rakyat. Ketiga, keinginan dan harapan rakyat, yang dijumpai di seluruh Tanah Air.

“Meskipun ada capaian, tetapi harus kita akui secara jujur, sembilan tahun terakhir terjadi sejumlah kemandekan, dan bahkan kemunduran serius. Pertumbuhan ekonomi menurun jauh di bawah yang dijanjikan tujuh persen hingga delapan persen. Pertumbuhan ekonomi stagnan di angka lima persen. Bahkan, sempat anjlok ketika pandemi COVID-19,” kata AHY.

“Akibatnya, penghasilan dunia usaha dan kesejahteraan rakyat terpukul. Daya beli golongan menengah ke bawah juga menurun. Kemiskinan dan pengangguran meningkat. Sementara itu, ketika ekonomi tumbuh rendah, yang meroket justru utang kita, baik utang pemerintah maupun BUMN,” tambah AHY menjelaskan.

Baca Juga :  Dua Tersangka Pelaku Pembacokan Berhasil Dibekuk Polres Probolinggo

AHY menjelaskan, lambatnya pertumbuhan ekonomi banyak yang menilai karena pandemi COVID-19. Argumentasi demikian, kata dia, tidak sepenuhnya benar. Faktanya, sebelum pandemi datang ekonomi memang sudah mengalami berbagai masalah.

“Sehingga, mesti ada sebab dan faktor yang lain, di luar pandemi. Demokrat berpendapat, faktor lain itu menyangkut kebijakan dan langkah pemerintah, dalam mengelola ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Juga, dalam menentukan prioritas pembangunan dan upaya mengatasi krisis,” tegas AHY.

“Sulit dimengerti, ketika ekonomi menurun; kekuatan fiskal melemah; utang tinggi; pemerintah justru membangun infrastruktur secara besar-besaran. Apalagi, sebagian proyek dan mega proyek itu, tidak berdampak langsung pada kehidupan dan kesejahteraan rakyat, yang tengah mengalami tekanan. Seharusnya, masih bisa ditunda pelaksanaannya,” kata AHY, lebih lanjut.

Atas dasar itu, lanjut AHY, Partai Demokrat berpendapat, pemerintah masih kurang berpihak kepada seratus juta lebih rakyat, yang sedang mengalami kesulitan hidup serius.

Baca Juga :  Wujudkan Pemilih Cerdas dan Kritis, SEMA UIN Khas Jember Gelar Seminar Legislasi Pemilu

“Menurut kami, sikap kebijakan dan tindakan pemerintah seperti inilah, yang perlu diubah dan diperbaiki,” tegas AHY.

“Ketika terjadi krisis dan tekanan ekonomi yang dampaknya sangat dirasakan masyarakat, prioritas dan alokasi anggaran negara, seharusnya diarahkan, untuk meringankan penderitaan rakyat. Utamanya para petani, nelayan, kaum buruh, dan golongan lemah lainnya,” tandasnya. (Hil/Red). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *