Dianggap Mencekik Perekonomian Rakyat, PKC PMII Jatim Soroti Program Tapera

PMII
Lutfi Wakil Ketua bidang Gerakan PKC PMII Jawa Timur. (Foto: Kolase Kanal News)

SURABAYA, KanalNews.id – Pelaksanaan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dikabarkan dapat semakin mencekik perekonomian rakyat.

Pasalnya, gaji pekerja swasta dan buruh lepas akan dipotong sebagai bagian dari iuran Tapera. Bahkan, pemerintah mendorong program ini terealisasi paling lambat dimulai 2027 mendatang

Hal ini mendapat Penolakan oleh Pengurus Pergerakan Mahasiswa islam indonesia Jawa Timur (PKC PMII Jatim)

“Potongan yang dibebankan dalam program Tapera mencapai 3 persen. Jumlah ini dengan rincian iuran yang dibebankan 2,5 persen kepada pekerja dan 0,5 persen pemberi kerja dari upah pekerja sebulan, ” kata Lutfi Wakil Ketua bidang Gerakan PKC PMII Jawa Timur. Sabtu (01/06/2024).

Baca Juga :  Tak Ingin Calon Tunggal, Nasdem Siapkan Calon Lawan Incumbent di Pilkada Sumenep 2024

“Hampir seluruh asosiasi serikat buruh menolak kebijakan ini. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KASPI) mengkritik program ini dan menilai kebijakan ini akan membebani buruh serta masyarakat ekonomi menengah dan bawah, ” sambungnya.

Sebagaimana diketahui Kebijakan Tapera tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pada 20 Mei 2024.

“Nasib kelas menengah dan bawah di Indonesia semakin berat di tengah kondisi ekonomi nasional yang penuh tekanan dan ketidakpastian” tegas Lutfi kepada awak media

“Sebagai gambaran rata-rata UMK di jawa timur sekitar 2,5 juta rupiah apabila ini dipotong iuran BPJS dan ditambah tapera maka kemungkinan hanya tersisa 2 juta rupiah untuk bertahan hidup selama satu bulan, tentu ini sangat tidak cukup dan memprihatinkan ditambah dengan makin melambungnya harga-harga bahan pokok maka semakin tercekik hidup masyarakat miskin di indonesia, ” bebernya.

Baca Juga :  Bentuk Keseriusan Pemerintah, DKPP Sumenep Gelar Kurasi Produk Unggulan Menuju Pasar Global

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek kalkulasi ekonomi dan jerat kemiskinan yang semakin ekstrem tersebut, maka dalam pres rilis yang diedarkan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa islam indonesia Jawa Timur (PKC PMII Jatim) dengan Tegas Menolak kebijakan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) secara menyeluruh dan tanpa terkecuali

PMII Jawa Timur dikabarkan akan melakukan konsolidasi pengawalan serius mengenai Tapera dan apabila kebijakan tapera ini dipaksakan maka PKC PMII Jatim akan melakukan aksi demonstrasi yang masif guna membatalkan kebijakan sepihak pemerintah tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *