Cerita KH. Mohammad Al-Faiz Sa’di Terpilih Jadi Da’i Internasional PBNU

Cerita KH. Mohammad Al-Faiz Sa'di Terpilih Jadi Da'i Internasional PBNU
Dari Kiri, Kiai Al-Faiz, Peserta Da'i Internasional, Gus Aab Ketua LDNU Pusat serta Gus Yahya Ketum PBNU, saat Pelepasan Da'i Internasional PBNU. (Foto: Ach. Suni - Kanal News).

JAKARTA, kanalnews.id – KH. Mohammad Al-Faiz Sa’di merupakan salah satu dari 13 Da’i Internasional PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama).

Kiai yang merupakan salah satu pengasuh Ponpes Jalaluddin Rumi, Dusun Sukosari, Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Jember, itu terpilih setelah melalui seleksi terbuka yang dihelat oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PBNU.

Bacaan Lainnya

Kiai Faiz menceritakan kisah awal dirinya hingga terpilih sebagai Da’i Internasional PBNU. Awak mulanya sekitar 3 bulan yang lalu menemukan flayer rekrutmen Da’i Internasional yang diadakan oleh LDNU PBNU dalam sebuah group WA.

“Awalnya saya menemukan flayer rekrutmen Da’i Internasional LD PBNU itu, kemudian saya segera menyiapkan berkas yang disyaratkan,” tutur Kiai Faiz kepada media ini. Selasa (28/03/2023).

“Awalnya ragu, namun setelah dikuatkan oleh keluarga, berkaspun dikirimkan,” imbuh Kiai muda NU itu.

Lebih lanjut, Kiai Faiz menceritakan, tidak berapa lama setelah berkasnya dikirim ke panitia rekrutmen, dirinya dinyatakan lolos administrasi.

“Setelah lolos administrasi, saya mengikuti pretes dan wawancara yang diadakan oleh panitia secara virtual,” ujar Kiai Faiz dalam ceritanya.

Kemudian setalah mengikuti semua tahapan rekrutmen, sambung Kiai Faiz, dirinya dinyatakan lolos menjadi salah satu Da’i Internasional PBNU.

“Alhamdulillah setelah mengikuti semua tahapan seleksi, hasil akhir menunjukkan saya lolos dengan posisi nilai tertinggi ketiga,” ungkapnya.

Setelah dinyatakan lolos, kemudian Kiai Faiz beserta 12 Da’i lainnya, akan ditugaskan diluar negeri.

“Setelah dilepas oleh Ketua LDNU Pusat Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) dam Ketum PBNU, Gus Yahya, kami akan bertugas selama sebulan diluar negeri,” kata Kiai Al-Faiz.

“Kami akan ditugaskan ke Korea Selatan,” tutur Kiai Faiz yang masih keturunan dari Pendiri Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk itu.

Sementara itu Ketum PBNU, KH.Yahya Cholil Staquf, meminta kepada 13 Da’i terpilih agar menjaga nama baik NU diluar Negeri karena mereka berangkat atas nama NU.

“Mohon jaga baik-baik nama lembaga NU,” pinta Gus Yahya disela-sela pelepasan peserta Da’i Internasional┬áke luar negeri. (A. Suni/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *