SUMENEP, KanalNews.id — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep akan mengikutsertakan petani milenial dalam Lomba Inovasi Petani Milenial Hortikultura Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyambut baik inisiatif dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur tersebut. Ia menilai ajang ini memberi ruang positif bagi petani muda untuk berkreasi dan berinovasi.
“Ini langkah bagus dari pemerintah provinsi untuk mendorong partisipasi aktif petani milenial. Kami berharap mereka bisa menampilkan kreativitas dan inovasinya, baik di bidang on-farm maupun off-farm,” ujarnya, Senin (13/10/2025).
Sebelumnya, Kata Inung panggilan akrabnya menjelaskan, DKPP Sumenep akan melakukan seleksi internal guna menentukan peserta terbaik yang akan mewakili kabupaten.
Seleksi tersebut menurut Inung, dijadwalkan berlangsung pekan depan sebelum tahap verifikasi dan monitoring terhadap hasil inovasi para petani muda.
“Kita akan lihat dulu hasil inovasi teman-teman petani milenial di lapangan. Setelah itu baru kita usulkan untuk ikut lomba. Ini pertama kalinya, selama saya menjabat, DKPP Sumenep berpartisipasi dalam ajang ini,” tambahnya optimistis.
Inung meyakini, dengan semangat dan kreativitas yang dimiliki petani muda, Sumenep berpeluang menorehkan prestasi di tingkat provinsi.
“Kami yakin petani milenial Sumenep bisa bersaing dan berprestasi. Semoga ini menjadi penyemangat bagi pemuda lain untuk terjun dan berinovasi di sektor pertanian,” katanya.
Oleh karena itu, Inung berharap, keikutsertaan petani milenial dapat memperkuat peran generasi muda di bidang pertanian serta menumbuhkan semangat baru di kalangan petani Sumenep.
“Sudah saatnya petani milenial menunjukkan kiprahnya. Pertanian masa depan ada di tangan mereka,” tegasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan surat resmi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur bernomor 500.6/5843/110.4/2025 tertanggal 3 Oktober 2025, pendaftaran lomba dibuka hingga 31 Oktober 2025.
Lomba tersebut berfokus pada pengembangan komoditas hortikultura, meliputi tanaman sayur, buah, obat, dan tanaman hias, dengan penilaian mencakup inovasi pengelolaan pertanian hingga pascapanen. (*)





















