Festival Ketupat Sumenep Angkat Tradisi Lokal dan Wisata

Festival Ketupat
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo Bersama Istri Tercintanya Saat Melakukan Prosesi Tarik Topak Lober Pada Acara Festival Ketupat di Pantai Slopeng. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar Festival Ketupat 2025 untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk. Senin, 07 Maret 2025.

Diketahui, pada Festival Ketupat kali ini salah satu prosesi utama adalah Topak Lober, iring-iringan ketupat berbentuk gunungan dengan doa para tokoh agama.

Dalam prosesi itu, Bupati Fauzi dan istrinya, Nia Kurnia Fauzi, memimpin penarikan janur kuning sebagai ikon perayaan.

Baca Juga :  Disbudporapar Sumenep Optimis PAD Retribusi Fasilitas Olahraga Tahun Ini Capai Target

Sesi berebut ketupat menjadi puncak acara. Suasana penuh tawa menciptakan kehangatan dan rasa kebersamaan antarwarga.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan tahunan dengan ketupat sebagai simbol utama.

“Yang kita rayakan bukan hanya makanan, tapi momen kebersamaan masyarakat usai melaksanakan puasa ramadhan dan hari raya idul fitri,” ujar Bupati Fauzi di Pantai Slopeng, Senin (7/4/2025).

Baca Juga :  Buka Gebyar Ramadhan, Pj Bupati Pamekasan: Ini Komitmen Pemkab Dalam Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Menurutnya, tradisi ini memperkuat ikatan kekeluargaan serta mempererat hubungan sosial antarmasyarakat Sumenep.

Festival ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan tradisi lokal ke lokasi-lokasi wisata unggulan di Sumenep.

“Kita ingin tradisi ini tidak hanya dikenang, tapi terus dipraktikkan dan diwariskan kepada generasi emas Sumenep,” katanya.

Dengan langkah itu, sambung Bupati Fauzi panggilan karibnya menjelaskan, nilai budaya hari raya ketupat tetap terjaga dan sektor pariwisata ikut tumbuh.

Baca Juga :  Pilkada Sumenep 2024, Fauzi-Eva "Pisah Ranjang"

Selain itu, Pemkab Sumenep juga menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan memberi ruang UMKM memamerkan produk lokal.

“Yang paling penting bukan hanya menjaga tradisinya, tapi juga menjadikannya sarana edukatif dan pendorong ekonomi rakyat,” ucap Fauzi.

Untuk diketahui, Festival yang digelar di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, itu dihadiri sekitar 1.500 undangan dari berbagai unsur masyarakat. (*)