Status Baru

Cerpen Karya Siswi SMA Asal Lenteng, Sumenep

Status Baru
Ilustrasi Kisah Seorang Gadis Bersama Pengerannya. (Foto: Fimela.com)

CERPEN, KanalNews.id – Kisah tentang Ainar Klandestin yang ditinggal oleh sahabatnya, Harsa Bintang karena sebuah kecelakaan besar.

Penyeba kecelakaan itu adalah Ainar sendiri, Maka dari itu Ainar selalu terbayang-bayang sosok Bintang, Rasa trauma itu sangat susah dihilangkan.

Hingga suatu hari, Sang bunda menjodohkan Ainar dengan teman masa kecilnya, Bumantara Altruisme.

Apakah Ainar akan menerima perjodohan ini? Dan apakah Qinar akan memberikan seluruh asmara loka-nya kepada Anta?

“Aku ngumpet ya aii,” Bintang bersembunyi entah kemana, “Udah Bintang?” Tanya Ainar namun tak ada jawaban. Ainar langsung mencari bintang.

“BINTANG!!” Teriak gadis itu yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya, Nafasnya terengah-engah, Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya.

Dia menatap sekeliling panik, Tubuhnya bergetar. “Bintang? Aku yakin kamu ada d isini kan?” Panggilnya seraya mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar, deru nafasnya masih tak beraturan.

Baca Juga :  Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bendahara Nasdem Sumenep Semakin Terkuak

BRAKK!! Pintu terbuka, Menampakkan perempuan paruh baya yang menghampiri gadis itu. “Bunda?” Gadis tersebut tersenyum ke arah sang bunda.

Namanya Ainar Klandestin yang kerap dipanggil Ainar.

Dipeluknya erat tubuh putrinya, “Bunda Mana bintang?” Tanya Ainar, Dahayu–Bunda Ainar menatap putrinya iba.

“Disini tidak ada Bintang, Nak.” Jawab nya yang membuat Ainar terkekeh, Dahayu hanya bisa memandang putrinya cemas.

“Bunda Boong ya?” Dahayu menggeleng lemah, “Orang tadi d isini ada Bintang, Bintang? Kamu ngumpet ya? Keluar dong… Aku udah capek mainnya.” Senyap, Tak ada sahutan dari siapapun, hanya terdengar suara rintikan hujan.

Ainar menghela nafas lelah, “Bintang? Kamu gak mau keluar? Aku udah nyerahloh..” Ujar gadis itu yang sudah memasang wajah cemberutnya, Ainar mengalihkan pandangannya ke arah bundanya.

“Bintang dimana sih Bun? Gak capek apa ngumpet terus?” Dahayu menggelengkan kepalanya lemah, Air mata lolos membasi pipinya.

Baca Juga :  Jaring Putra Putri Terbaik, Disbudporapar Sumenep Gelar Pemilihan Duta Wisata

“Loh Bunda kenapa nangis??” Dahayu memandang Ainar lekat, “Bintang tidak ada disini, Nak. Bintang sudah diatas bersama tuhan…”

Spontan Ainar tertawa, “Maksud aku bintang sahabat aku bunda… Bukan bintang yang ada dilangit”. ” Bintang sudah meninggal Ainar!” Bentak Dahayu tak sengaja, sontak Ainar terdiam membisu, Wajahnya pucat pasi, Perlahan-lahan air mata mengalir.

Dahayu membawa tubuh putrinya kedalam dekapannya. “Ikhlaskan Bintang ya, Nak?”

“Susah bunda…”

“Bunda tau ini susah Ainar, tapi kamu harus terbiasa dengan semua ini. Ikhlaskan ya, Nak Bintang di atas sana pasti sedih melihat keadaan kamu sekarang.”

Ainar masih bergelung dengan fikirannya, Terdengar haan nafas darinya. “Dengan cara apa Bunda?” Ainar menatap bundanya kosong, Dahayu sejenak diam.

Baca Juga :  Permudah Pelayanan, RSUD dr. H. Moh Anwar Kembali Buka Depo Farmasi Rawat Jalan

“Bund akan menjodohkan kamu.” Ainar tertegun, Perlahan-lahan bahunya merosot lesu.

“Mengapa harus dengan cara ini?” Tatapan Ainar kosong, dunia seolah tidak ingin melih atnya bahagia.

“Karena dengan cara ini kamu bisa melupakan Bintang, Kamu akan memulai kehidupan baru dengan status baru tapi dengan orang lama.”

Ainar mengerutkan keningnya heran.

“Siapa bunda?”

“Bumantara Altruisme.”

“Anta?” Dahayu mengangguk, Sejenak Ainar diam sebelum kembali mengangguk dengan bibir yang terangkat ke atas membentuk sebuah senyuman manis.

“Iya bunda.. Ainar mau.”

Dahayu tersenyum lalu memeluk erat tubuh putrinya.

“Ainar…Aku disini…”

Merasa ada yang memanggil namanya membuat Ainar mengedarkan pandangannya ke segala sudut dikamarnya.

“Bintang? Itu kamu?”.

 

Penulis: PUTRI NADIA AULIA
Siswi kelas XI SMA Tanwirul Hija
Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep