Karhutla Gunung Arjuno, Babinsa Bersama Relawan dan Tahura Sisir Area Terbakar

Gunung Arjuno
Anggota TNI dan Relawan Berusaha Memadamkan Api yang Menjalar di Gunung Arjuno. (Foto: Saichu - Kanal News)

PASURUAN, KanalNews.id — Upaya pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno terus diperkuat. Babinsa Cendono Koramil 0819/21 Purwosari, Sertu Agus Subiantoro, bersama personel TNI, Polri, Tahura, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) menggelar aksi penyisiran serta monitoring di kawasan terdampak, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini dipusatkan di Pos Pemantauan Pendakian Gunung Arjuno-Welirang, Dusun Tambakwatu, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Tim gabungan yang dikerahkan meliputi dua personel TNI, satu personel Polri, 13 relawan MPA, dan dua personel Tahura. Kegiatan diawali dengan apel bersama dan penyampaian pengarahan (briefing) untuk menyelaraskan pergerakan pemantauan di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan awal, titik kebakaran terdeteksi di Blok Lali Jiwo sisi timur Gunung Arjuno, yang berada di perbatasan wilayah Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Purwodadi.

Saat ini, petugas menyisir sejumlah titik lokasi untuk mengonfirmasi situasi terkini sekaligus mendata luas area yang terbakar. Proses pendataan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi medan pegunungan yang ekstrem.

Sertu Agus Subiantoro menjelaskan bahwa pemantauan berkesinambungan ini bertujuan untuk memetakan situasi terkini serta memastikan kondisi kawasan tetap aman terkendali.

“Kami bersama unsur terkait dan para relawan terus melakukan pemantauan serta penyisiran di sekitar lokasi terdampak. Data luas area yang terbakar masih dalam proses pendataan di lapangan,” jelasnya. Senin (14/09/2026).

Ia menegaskan, kolaborasi rapat antara TNI, Polri, pihak Tahura, serta relawan menjadi kunci utama menangani karhutla Gunung Arjuno. Pemantauan berkala akan terus dilakukan untuk mencegah potensi munculnya kembali titik api (hotspot).

“Dengan pemantauan bersama, setiap perkembangan di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti. Kami juga mengimbau semua pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” pungkasnya.

Penyisiran dan pemantauan kawasan hutan Gunung Arjuno akan dipertahankan secara berkala demi mengantisipasi perluasan area terbakar serta menjaga kelestarian ekosistem. (*)