Wartawan Harus Berani Ungkap Fakta, Bukan Menyenangkan Kekuasaan

KJJT
Foto Bersama Wartawan Pamekasan Pada Momentum Pertemuan Rutin Bulanan KJJT Wilayah Pamekasan. (Foto: Ima - Kanal News)

PAMEKASAN, KanalNews.id — Mantan wartawan Radar Madura, Abdus Salam Sah, berbagi pengalaman jurnalistik dalam pertemuan bulanan KJJT Wilayah Pamekasan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) itu bertempat di rumah Lutfi Rizal, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, dan dihadiri jurnalis anggota KJJT wilayah setempat.

Abdus Salam menegaskan, keberanian dan ketajaman tulisan merupakan inti profesi wartawan yang tidak boleh luntur oleh tekanan kekuasaan atau intimidasi.

Baca Juga :  LPG 3 Kg di Sumenep Langka, Warga Terpaksa Pakai Kayu Bakar!

“Wartawan itu diuji bukan saat menulis hal yang menyenangkan, tapi ketika mengungkap fakta yang tidak ingin dibuka,” katanya. Jum’at (03/01/2026).

Abdus Salam yang juga Pengurus LBH PUSARA itu menilai pers harus menyuarakan kebenaran, bukan menjadi corong pejabat maupun pemilik modal.

Menurut dia, ketajaman tulisan lahir dari keberanian menggali data, memverifikasi informasi, serta menyajikannya secara jujur kepada publik.

Ia juga mengingatkan wartawan tidak perlu takut selama bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers.

Baca Juga :  PWI Pamekasan Bahas Polemik UHC Lewat FGD di UIN Madura

“Kalau data kuat, fakta lengkap, dan berita ditulis berimbang, wartawan tidak perlu takut pada siapa pun,” tegasnya.

Ketua Persatuan Sepak Bola Pantura Pamekasan itu menyebut era digital memunculkan banjir informasi dan hoaks yang mengancam publik.

Dalam situasi itu, kata Abdus Salam, peran wartawan profesional menjadi benteng terakhir masyarakat mendapatkan informasi yang benar.

Baca Juga :  Penerima BLT DBHCHT Pamekasan Menyusut, Ini Sebabnya

Oleh karemendorong wartawan KJJT Pamekasan dan Madura agar tidak tunduk pada kekuasaan lokal serta berani mengungkap persoalan publik.

“Wartawan jangan hanya datang ke acara seremonial, tapi berani membongkar masalah publik yang merugikan rakyat,” ucapnya.

Abdus Salam juga menyerukan peningkatan kapasitas wartawan melalui literasi, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi.

“Pers yang tajam, berani, dan profesional adalah pilar demokrasi,” pungkasnya. (*)