Jembatan Perintis Garuda Banyuwangi Dibuka, Akses Warga Kini Lebih Cepat

Jembatan Perintis Garuda
Potret Siswa dan Siswi Saat Melintasi Jembatan Perintis Garudan di Banyuwangi. (Foto: Budhi - Kanal News)

BANYUWANGI, KanalNews.id – Jembatan Perintis Garuda di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, resmi dioperasikan. Jembatan gantung itu memangkas jarak tempuh warga yang selama puluhan tahun harus memutar jauh atau menyeberangi sungai.

Peresmian dilakukan Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya bersama warga, pada Senin, 9 Maret 2026.

Acara tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi MY Bramuda, unsur Forkopimda, camat, dan kepala desa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peluncuran 200 jembatan perintis yang dibangun TNI AD secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Dandim Triyadi sapaan karibnya menjelaskan, jembatan gantung tersebut dibangun di atas Sungai Bango yang memiliki lebar sekitar 34 meter. Jembatan memiliki bentangan 50 meter dengan lebar akhir 1,60 meter.

Baca Juga :  Momentum HUT RI Ke-80, Disdik Sumenep Beri Apresiasi Siswa Berpartisipasi

“Awalnya lebar 1,20 meter, namun atas masukan masyarakat kami tambah masing-masing 20 sentimeter kanan kiri agar lebih nyaman dilalui,” katanya. Senin (09/03/2026).

Diketahui, jembatan itu menghubungkan Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, dengan Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo. Sebelum dibangun, warga harus memutar cukup jauh untuk menuju sekolah, sawah, maupun aktivitas lainnya.

Menurut Dandim Triyadi, pembangunan jembatan dilakukan selama 41 hari, mulai 10 Januari hingga 20 Februari 2026. Proses pengerjaan melibatkan prajurit TNI dan warga yang bekerja bergantian selama 24 jam.

“Kami bagi anggota dalam empat sif. Ini murni pengabdian agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Jaga Kepastian Hukum Tanah, 20 Warga Karanganyar Terima Sertifikat PTSL Elektronik

Lebih lanjut, Dandim Triyadi mengatakan, manfaat utama jembatan itu untuk memudahkan mobilitas anak-anak menuju sekolah dan tempat mengaji yang sebelumnya harus menyeberangi sungai atau mengambil jalur memutar.

“Sekarang anak-anak bisa lebih cepat ke sekolah dan tempat mengaji. Ini juga mempercepat akses warga ke sawah dan ladang,” ungkapnya.

Selain mempermudah aktivitas pendidikan dan pertanian, keberadaan jembatan tersebut diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat karena distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, MY Bramuda mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan TNI dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

Baca Juga :  Merasa Dirugikan, Ratusan Massa Pendukung Caleg Nasdem Gruduk Bawaslu Banyuwangi

Menurut dia, selama ini TNI selalu berjalan seiring dengan pemerintah daerah dalam pembangunan wilayah, terutama di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Ini bukti negara hadir menjawab kebutuhan akses ekonomi dan pendidikan masyarakat. Pemkab siap mendukung program seperti ini,” ujarnya.

Salah satu warga, Maryam, 70 tahun, mengaku bersyukur dengan hadirnya jembatan tersebut. Ia mengatakan warga kini tidak lagi harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas.

“Dulu kalau ke sawah atau anak mau ngaji harus menyeberangi sungai kadang harus muter. Sekarang sudah enak, tidak perlu muter lagi. Terima kasih TNI,” tandasnya. (*)

Penulis: BudhiEditor: Red