PAMEKASAN, KanalNews.id – Sebelum gelar upacara ulang tahun Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) yang Ke-6, Pengurus Wilayah Pamekasan ziarah ke pasarean Syaikhona Muhammad Kholil Bangkan dan ke Sunan Ampel Syeh Yusuf Surabaya, Minggu (24/8/2025)
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para ulama terdahulu yang juga ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Ketua KJJT Pamekasan Ma’el menyampaikan bahwa jurnalis tidak sekedar menyampaikan informasi tentang kemajuan indonesia dari bidang politik, ekonomi, sosial budaya. Menurutnya penting juga memberikan contoh yang baik kepada publik dengan cara ikut mengenang para pejuang dengan kegiatan ziarah
Tak hanya itu, sebagai pilar demokrasi, jurnalis saat ini dituntut untuk mengimbangi derasnya informasi yang menjamur di media sosial. Informasi tersebut tentu tidak bisa dipertanggung jawabkan layaknya karya jurnalis.
“Oleh sebab itu kita tunjukan bahwa jurnalis tetap independen dan jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi harus tetap berpijak pada KEJ dan UU Pers. Yang saya amati sebagain wartawan saat ini sedang mengalami dekadensi moral kejurnalistikan,” terangnya.
Kemudian saat ini menurutnya banyak persoalan yang sedang dialami insan pers. Misalnya intervensi, ancaman yang tidak hanya dari pemerintah, bisa juga datang dari kepentingan kelompok, pengusaha dan kepentingan individu.
“Jadi, setidaknya kita sebagai jurnalis tetap kompak dan solid dalam membela para insan pers yang sedang mengalami banyak intervensi, tendensius atau cacian negatif bahwa jurnalis tidak setajam pada masa orde lama, media sekarang hanya dijadikan budak-budak penguasa, dan pengusaha untuk kepentingan pribadinya semata,” pungkasnya.(*)





















