SUMENEP, KanalNews.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep memasuki era baru. Dinas Pendidikan resmi membuka pelatihan pembelajaran mendalam (Deep Learning) bagi guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Sumenep.
Pelatihan ini berlangsung hampir sepekan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan dan mendorong pembelajaran abad 21 yang transformatif.
Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, melalui Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan, Akhmad Fairusi menegaskan, pendidikan tak lagi bisa mengandalkan metode lama. Pendekatan belajar harus berubah sesuai zaman.
“Guru hari ini bukan sekadar pengajar. Mereka adalah fasilitator, pembimbing, bahkan inspirator,” katanya saat membuka acara tersebut. Senin (28/07/2025).
Lebih lanjut, Fairuz panggilan akrabnya menjelaskan, ada tiga pilar utama Deep Learning yang wajib diterapkan di kelas, diantaranya; Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
“Mindful Learning yakni menekankan kesadaran dan empati terhadap kebutuhan siswa. Meaningful Learning menghubungkan pelajaran dengan kehidupan nyata, ” ungkapnya menjelaskan.
“Sementara Joyful Learning adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menggugah eksplorasi siswa di kelas, ” sambung Fairuz.
Fairuz juga menjelaskan, Deep Learning bukan sekadar metode, tetapi filosofi pendidikan yang membentuk pelajar kritis, kreatif, dan kolaboratif.
Oleh karena itu, menurutnya pelatihan kali ini adalah untuk mendorong guru menciptakan “laboratorium ide” di sekolah sebagai ruang eksperimen dan inovasi pembelajaran.
“Kami ingin setiap ruang kelas di Sumenep menjadi pusat perubahan,” ungkap Fairuz penuh semangat.
Bahkan menurutnya, sekolah harus menjadi rumah tumbuhnya nalar, karakter, dan keberanian eksplorasi siswa, bukan hanya tempat transfer ilmu.
“Dari itu banyak guru menyambut baik pelatihan ini. Mereka menilai Deep Learning menjawab tantangan pembelajaran di era digital, ” ujarnya
Tak hanya Guru, sambung Fairuz, beberapa kepala sekolah bahkan siap menjadikan sekolah mereka sebagai percontohan Deep Learning di Sumenep.
“Sumenep tidak boleh tertinggal. Kita harus menjemput masa depan dengan pendidikan yang relevan dan humanis,” pungkasnya. (*)





















