Melaui Program Santri Enterpreneur, Disbudporapar Sumenep Cetak Wirausaha Baru dari Pesantren

Pelatih Santri Enterpreneur
Potret Pelatihan Santri Enterpreneur Disbudporapar Sumenep di Pondok Pesantren Nurul Jamal, Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan. (Foto: Istimewa)

SUMENEP, KanalNews.id — Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep terus memperkuat program pemberdayaan pemuda dan santri melalui pengembangan wirausaha berbasis potensi lokal.

Melalui Program Santri Entrepreneur, Disbudporapar Sumenep menggandeng Pondok Pesantren Nurul Jamal, Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, untuk menggelar pelatihan pembuatan keripik singkong bagi santri dan alumni muda.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan produksi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pelaku usaha baru yang mampu mengembangkan potensi desa menjadi sumber ekonomi produktif.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan pihaknya melihat singkong sebagai komoditas lokal yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Baca Juga :  Ditunjuk Jadi Tuan Rumah, Disbudporapar Sumenep Siap Sukseskan FOP 2024

“Kita melihat potensi besar di Campaka, yaitu singkong. Namun selama ini hanya dijual mentah. Maka, kami dorong santri untuk mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi melalui pelatihan Santri Enterpreneur ini,” Rabu (03/06/2026).

Sebagai bentuk keseriusan program, Disbudporapar tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyiapkan bantuan alat produksi, bahan baku, pendampingan usaha, hingga fasilitasi legalitas produk.

Peserta yang berusia 16 hingga 30 tahun dibentuk dalam lima kelompok usaha. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Disbudporapar untuk menciptakan unit usaha mandiri yang dikelola langsung oleh para santri.

Baca Juga :  Bupati Banyuwangi Mutasi Puluhan Pejabat Administrator dan Pengawas, Ini Daftarnya

Untuk memperkuat keberlanjutan program, Disbudporapar turut menggandeng Dinas Kesehatan, Diskoperindag, serta Halal Hub guna mendukung aspek perizinan, sertifikasi halal, dan pemasaran produk.

“Kami ingin tidak hanya berhenti di pelatihan, tapi ada keberlanjutan. Kami siapkan bahan, alat, dan pendampingan. Bahkan hingga 2025 nanti akan terus kami monitoring,” terang Faruk sapaan akarabnya.

Menurutnya, pola kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan santri yang berdaya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Prestasi Gemilang, Kafilah Kabupaten Sumenep Berhasil Raih Juara 1 MTQ Tingkat Provinsi Jatim

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jamal, KH Ahmad Suyuti, mengapresiasi langkah Disbudporapar yang memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan keterampilan usaha di tengah tantangan ekonomi saat ini.

“Ini sangat positif. Santri akan punya bekal kemandirian. Ketika kembali ke masyarakat, mereka tidak hanya bisa berdakwah, tapi juga berdiri di kaki sendiri, bahkan membuka peluang kerja bagi orang lain,” ujarnya.

KH Ahmad Suyuti berharap program yang digagas Disbudporapar Sumenep tersebut terus berlanjut sehingga mampu melahirkan lebih banyak santri entrepreneur yang produktif dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa. (*)