Melalui CV Lang Buana, Sumenep Tancap Gas Hilirisasi Lewat Bibit Kelapa Unggul

Bibit Kelapa
Potret Penanaman Bibit Kelapa oleh CV. Lang Buana di Desa Legung Timur, Batang - Batang, Sumenep. (Foto: Istimewa - Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id — Kabupaten Sumenep mulai menyiapkan bibit kelapa bersertifikat untuk mendukung percepatan program hilirisasi subsektor perkebunan yang digencarkan pemerintah pusat.

Pengembangan bibit unggul itu dilakukan melalui penangkaran milik CV Lang Buana di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang.

Saat ini, perusahaan tersebut telah menyediakan sekitar 56 ribu bibit kelapa bersertifikat resmi dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Bakal Segera Cairkan BLT DBHCHT 2023 Sebesar Rp 3 Miliar

Direktur CV Lang Buana, Hadi Triono, menilai langkah itu penting karena Sumenep memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kelapa di Madura.

“Sumenep memiliki potensi kelapa yang besar. Karena itu, kebutuhan bibit unggul harus dipersiapkan sejak sekarang agar pengembangan perkebunan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan produktif,” kata Hadi sapaan karibnya, Selasa (26/05/2026).

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan, kualitas hasil perkebunan sangat dipengaruhi mutu benih yang digunakan petani. Karena itu, bibit unggul menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan hilirisasi perkebunan.

Baca Juga :  Momen Ramadan, KPU Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Demokrasi dan Kebersamaan

“Bibit yang berkualitas akan menghasilkan produk perkebunan yang lebih baik. Hilirisasi membutuhkan dukungan bahan baku yang berkualitas,” ujarnya.

Hadi juga menjelaskan, komoditas kelapa memiliki potensi ekonomi besar karena tidak hanya dijual dalam bentuk hasil panen mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan.

Produk turunan tersebut meliputi minyak kelapa, bahan pangan olahan, hingga kebutuhan bahan baku industri yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Baca Juga :  Ini Nasihat Penting Dirut BPRS Bhakti Sumekar Saat Menjalani Ibadah Haji

Oleh karenanya, Hadi berharap pengembangan bibit bersertifikat mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya, mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan usaha perkebunan berbasis desa,” pungkasnya. (*)