SUMENEP, KanalNews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) menyiapkan 12 armada transportasi untuk program mudik gratis Lebaran 2026.
Diketahui, armada untuk program mudik gratis tersebut terdiri dari empat kapal laut dan delapan bus bagi warga ber-KTP Sumenep.
Program ini diprioritaskan bagi masyarakat, khususnya warga kepulauan, agar dapat pulang kampung dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga di daerah asal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkimhub Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengatakan layanan tahun ini dirancang lebih maksimal. Bahkan menurutnya pemerintah daerah sudah melakukan pembenahan pada kesiapan armada sekaligus peningkatan kualitas pelayanan bagi pemudik.
“Untuk kapal laut, ada empat armada yang sudah kita catat, termasuk DBS 3 dan Sabuk Nusantara. Itu akan melayani rute kepulauan sesuai jadwal yang ditetapkan,” kata AchmadDzulkarnain, Rabu, 25 Februari 2026.
Lebih lanjut, Izoul panggila akrabnya menjelaskan, empat kapal yang disiapkan yakni Dharma Kartika, Citra Dharma, DBS 3, dan Sabuk Nusantara. Armada tersebut melayani sejumlah lintasan kepulauan strategis.
“Rute pelayaran di antaranya Kalianget–Kangean, Kalianget–Sapeken, serta Banyuwangi. Jalur ini menjadi akses utama mobilitas warga kepulauan Sumenep. Pemerintah menjadwalkan keberangkatan kapal mulai H-11 hingga H-3 sebelum Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Selain transportasi laut, sambung Izoul, pemerintah daerah juga menyiapkan delapan unit bus untuk jalur darat. Layanan ini diperuntukkan bagi warga Sumenep yang merantau di sejumlah kota. Keberangkatan bus direncanakan berlangsung pada 13 hingga 24 Maret 2026.
“Yang bisa kita layani adalah warga dengan KTP Sumenep. Pendaftaran sudah kita buka melalui nomor kontak yang tersedia,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinsos P3A itu juga menegaskan, peserta mudik wajib menyiapkan identitas diri serta memastikan kondisi kesehatan sebelum berangkat.
“Yang paling penting siapkan identitas dan kondisi kesehatan. Kalau tidak sehat, tentu tidak bisa mudik. Pemerintah memfasilitasi, tapi masyarakat juga harus siap,” terang Izoul.
Tak hanya itu, menurutnya Pemkab Sumenep juga menyiapkan skema arus balik untuk transportasi laut. Adapun jalur darat tidak memiliki jadwal arus balik khusus seperti layanan kapal.
“Srogram mudik gratis tahun ini berjalan tertib, aman, serta memberi kemudahan bagi masyarakat Sumenep untuk pulang kampung,” harapnya. (*)





















