SUMENEP, KanalNews.id – Dibalik meriahnya event Madura Culture Festival (MCF) 3 Tahun 2025, ternyata menyisakan bau busuk yang bikin publik geleng-geleng atas kelakuan oknum yang mengatasnamakan Bupati Sumenep.
Pasalnya event budaya yang katanya terbesar di Madura itu ternyata hanya diduga jadi bancakan bagi oknum panitia penyelenggara hingga hampir menelan anggaran Rp1 miliar.
Berdasarkan hasil investigasi tim media ini, anggaran yang cukup fantastis itu, sebagaimana diberitakan sebelumnya berasal dari anggaran APBD Sumenep 2025 sebesar Rp310 juta.
Anggaran ratusan juta itu terbagi untuk enam kegiatan, termasuk MCF itu sendiri Rp200 juta, Madura Night Vaganza Rp25 juta, Batik Festival Rp35 juta, Festival Tembakau Rp15 juta, Pamdas Rp15 juta dan Sweet Model Rp20 juta.
“Kami hanya menganggarkan, untuk pelaksanaannya langsung ada EO-nya masing-masing, yang penting bagi kami kegiatan itu terlaksana semua, ” terang Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohammad Iksan kepada KanalNews.id. Senin (08/09/2025).
Lebih lanjut, Iksan panggilan akrabnya menjelaskan, bahwa hingga hari ini semua panitia pelaksana kegiatan event di Madura Culture Festival itu belum ada yang menyetorkan SPJ.
“Saya ingin lihat nanti laporannya seperti apa? ini kan ada beberapa event di satu lokasi, kalau nanti ada anggaran double counting seperti sama menganggarkan panggung pasti saya tolak laporannya, ” ungakapnya menegaskan.
Selain mendapatkan anggaran dari APBD, panitia penyelenggara juga dikabarkan minta sumbangan atau lebih lembutnya lagi minta sponsor kepada paguyuban pengusaha rokok.
Seperti pengakuan, salah satu pengurus Paguyuban Pengusaha Rokok mengungkapkan, bahwa awalnya panitia MCF meminta sumbangan Rp3 juta per PR (Pabrik Rokok).
Sementara paguyuban rokok di Kabupaten Sumenep beranggotakan sekitar 70 PR jika dikalikan Rp3 juta yang sesuai permintaan panitia penyelenggara mencapai Rp 210 juta.
“Awalnya panitia minta Rp. 3 juta per PR, namun kita bilang tidak mampu, ” katanya, meminta identitasnya dirahasiakan. Kamis (04/09/2025).
“Namun, saat ini dana yang sudah ditransfer ke Sugeng (Panitia MCF 2025, red) baru Rp40 juta, tinggal sisanya, ” terang anggota paguyuban tersebut.
Parahnya lagi, meski sudah ada suntikan dana dari APBD dan iuran pengusaha rokok, panitia masih menarik biaya stand dengan tarif harga bervariasi kepada pelaku UMKM, OPD dan perusahaan swasta seperti perusahaan rokok dan kuliner.
Harga sewa tendanya mulai dari Rp800 ribu, Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Jika sewa tendanya itu dirata-ratakan Rp1,5 juta dikali 146 tenda, maka terkumpul dana sangat fantastis yakni sebesar Rp219 juta.
Dikonfirmasi terpisah melalui tim media ini, Sugeng selaku panitia MCF 2025 tidak menampik bahwa panitia menarik biaya sewa stand untuk pengusaha rokok sama dengan OPD, yakni Rp1,5 juta per unit.
“Tarif sewa stand di MCF rata Rp1,5 juta dan itu sama dengan stand di setiap OPD. Tidak ada perbedaan. Kalau ada yang menyebut Rp3 juta, itu tidak benar,” ungkapnya kepada tim media ini. Kamis (04/09/2025).
Anehnya lagi, pada event MCF tersebut pihaknya dengan dalih sudah ada kesepakatan dengan paguyuban pengusaha rokok bahwa seperti biaya artis, sound system dan panggung masih dibebankan kepada paguyuban.
“Kalau artis lokal Rp15 juta, kalau Irwan bisa Rp25 juta. Panitia hanya mengundang bayar itu paguyuban,” ujarnya.
“Untuk lebih jelasnya silahkan kamu langsung hubungi wakil ketua paguyuban, ” imbuhnya.
Jadi total sementara anggaran yang ditelan panitia dari APBD, sewa tenda, dan iuran pengusaha rokok sesuai rincian di atas mencapai Rp739 juta. Belum termasuk sokongan sponsor seperti SKK Migas, BPRS dan RSUD mungkin bisa mencapai Rp1 Miliar.
Dengan anggaran yang mencapai miliaran rupiah itu, publik tentunya bertanya-tanya. Kemanakah anggaran miliaran rupiah itu mengalir? Siapa dalang dibalik event yang diduga hanya dijadikan bancakan itu? Benarkah anggaran miliaran itu masuk ke kantong-kantong oknum pejabat?.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan atau respon resmi dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, terkait apa benar perbuatan oknum panitia penyelenggara MCF yang diduga kemplang anggaran sana sini meski sudah di anggaran melalui APBD hingga mencapai Rp1 miliar. (*)





















