SUMENEP, KanalNews.id — Guna menyambut Hari Pramuka Nasional Ke-65 Tahun 2026, Pramuka Nurud Dhalam menggelar Seminar Kepramukaan yang berlangsung di Aula PP Nurud Dhalam, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep. Kamis, 13 Agustus 2026.
Seminar yang mengusung tema bertajuk “Memantapkan Langkah Menuju Indonesia Emas 2045” itu menghadirkan pemateri dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep, Miftahol Anwar, M.I.Kom. dengan diikuti sekitar 100 anggota Pramuka Penggalang serta Penegak.
Pada Seminar Kepramukaan tersebut, Andalan Cabang Urusan Pramuka Produktif Kwarcab Sumenep itu mendorong anggota Pramuka menjadi generasi kreatif, mandiri, produktif, dan mampu menciptakan peluang.
Miftahol sapaan karibnya menilai tantangan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter, tetapi juga mampu menghasilkan solusi.
Menurutnya, nilai kepramukaan seperti disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi modal penting.
“Pramuka bukan sekadar seragam dan kegiatan. Di dalamnya ada disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, problem solving, dan pantang menyerah.” katanya. Kamis (13/08/2026).
“Nilai-nilai inilah yang menjadi modal penting untuk menjadi generasi penggerak,” sambungnya.
Miftahol juga mengajak anggota Pramuka mengubah cara pandang terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekitar.
Sebab menurutnya, masalah tidak selamanya menjadi hambatan, tetapi dapat diolah menjadi ide untuk melahirkan solusi, karya, hingga peluang usaha.
“Jangan hanya melihat masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari. Belajarlah melihat masalah sebagai peluang untuk menciptakan solusi, karya, bahkan peluang usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut, Miftahol menjelaskan, pola pikir kewirausahaan perlu dimiliki generasi muda, meski tidak semuanya harus memilih profesi sebagai pengusaha.
“Tidak semua orang harus menjadi pengusaha. Tetapi setiap orang perlu memiliki keberanian untuk berinisiatif, berpikir kreatif, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan menciptakan nilai bagi orang lain,” ungkapnya.
Di tengah perkembangan teknologi digital, Miftahol meminta anggota Pramuka tidak menjadikan telepon seluler hanya sebagai sarana hiburan.
“HP jangan hanya digunakan untuk scroll dan hiburan. Jadikan teknologi sebagai alat untuk belajar, berkarya, membangun keterampilan, memasarkan produk, dan menciptakan peluang,” pesannya.
Dalam seminar tersebut, peserta juga diajak mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar melalui tiga pertanyaan utama, yakni masalah, solusi, dan nilai yang dapat diciptakan.
“Kita ingin Pramuka tidak hanya menjadi generasi yang siap mencari pekerjaan, tetapi menjadi generasi yang siap menciptakan karya, menciptakan peluang, dan memberikan manfaat,” tegasnya.
Miftahol juga menegaskan, keterbatasan modal tidak seharusnya menjadi alasan bagi generasi muda untuk menunda berkarya.
“Mulailah dari apa yang ada. Kalau punya kemampuan komunikasi, kembangkan komunikasi. Kalau punya HP, manfaatkan untuk belajar dan berkarya.” terangnya.
“Kalau punya ide, mulai diuji. Jangan menunggu semuanya sempurna,” tambahnya.
Ia berharap Pramuka Sumenep mampu tumbuh sebagai generasi berkarakter, terampil, kreatif, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Karakter membuat kita dipercaya, keterampilan membuat kita mampu berkarya, kreativitas membuat kita menemukan solusi, dan kolaborasi membuat dampak kita menjadi lebih besar,” pungkasnya. (*)





















