Rusak Parah, DKP Provinsi Bangka Belitung Tinjau Dermaga Suak Kemang

Rusak Parah, DKP Provinsi Bangka Belitung Tinjau Dermaga Suak Kemang
DKP Provinsi Bangka Belitung Saat Meninjau Dermaga Suak Kemang yang Rusak Parah. (Foto: Imran - Kanal News)

BELITUNG, kanalnews.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan peninjauan ke lokasi Dermaga Suak Kemang yang dinyatakan rusak parah.

Pantauan media kanalnews.id, peninjauan Dermaga yang berlokasi di Desa Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Provinsi Babel, itu dipimpin langsung oleh subkordinator pengelolaan penangkapan ikan DKP Babel, Agus Wahyudi dengan didampingi penyuluh perikanan Ani Saputra. Sabtu (11/03/2023).

Bacaan Lainnya

Pada saat peninjauan, Agus Wahyudi, langsung melakukan pengecekan untuk mengetahui tingkat kerusakan dermaga yang terbuat dari kayu tampat berlabuh nelayan sebagai aktivitas kegiatan melaut itu.

“Kedatangan kami ini untuk mengecek langsung kondisi kerusakan Dermaga Suak Kemang ini,” katanya kepada media ini. Sabtu (11/03/2023).

Bahkan menurutnya, berdasarkan informasi dari masyarakat di wilayah Dermaga tersebut mengatakan bahwa dermaga itu sudak rusak sejak tahun 2016 silam yang hingga saat ini belum pernah dilakukan perbaikan.

“Katanya Dermaga Suak Kemang ini katanya sudah tidak berfungsi sejak tahun 2016 silam disababkan karena rusak parah. Bahkan kayunya sudah ada yang rapuh,” imbuh Agus.

lebih lanjut, Agus panggilan akrabnya menjelaskan, bahwa hasil pengecekan tersebut akan dibuat dalam rangka untuk usulan pembiayaan pembangunan atau perbaikan Dermaga Suak Kemang.

“Dengan mengetahui langsung kondisi Dermaga ini, kami bisa menghitung berapa biasa yang dibutuhkan untuk memperbaiki atau membangun kembali Dermaga Suak Kemang ini,” ungkapnya menegaskan.

Pihaknya senganja datang lasung untuk mengecek Dermaga Seok Kemang itu untuk membantu nelayan memudahkan aktivitas sehari-harinya dalam mencari ikan dilaut.

“Dermaga ini merupakan salah satu tempat aktivitas nelayan sebagai sandaran ketika datang dan pergi melaut yang berada di lokasi Desa Petaling,” ujarnya

Apalagi saat dirinya datang ke lokasi dermaga tersebut, pihaknya melihat nelayan harus pelan-pelan meniti bangunan dermaga yang terbuat dari kayu yang sudah rusak untuk bisa sampai ke perahunya.

“Kami lihat tadi, aktivitas lewat dermaga ini nelayan harus meniti pelan-pelan sembari memikul barang-barangnya untuk melaut agar tidak jatuh karena rusak parah. Dari itu kami tergugah untuk membantu mereka,” pungkas Agus. (Imran/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *