SUMENEP, KanalNews.id – Pabrik Rokok (PR) Mahaputra Nusantara membuka lowongan besar-besaran bagi perempuan di Madura. Total posisi dibuka mencapai 230 orang.
Lowongan ini dibuka sejak 18 Mei 2025 dan masih terbuka hingga saat ini. Namun, baru 13 orang yang diterima bekerja.
Pabrik yang memproduksi rokok merek Makayasa ini membutuhkan 150 pelinting, 40 tenaga pemotong, dan 40 tenaga pengemasan.

“Ini kesempatan besar bagi perempuan Madura yang ingin bekerja,” ujar H. Supriyadi, CEO PR Mahaputra Nusantara. Sabtu (24/05/2025).
H. Supriyadi yang akrab disapa H. Adhi menegaskan bahwa semua pelamar akan mendapat pelatihan sebelum mulai bekerja.
“Kami tidak menuntut pengalaman, namun tetap menjadi nilai tambah. Asal niat bekerja, kami siap latih dari awal,” ucapnya dengan optimistis.
Menurut H. Adhi, perusahaan sengaja membuka peluang luas untuk warga lokal, terutama perempuan di Madura.
“Rokok Makayasa adalah karya anak bangsa dengan Tagline ‘Dari Desa Untuk Dunia’. Kami ingin memberdayakan perempuan daerah dalam proses produksinya,” tambahnya.
Pendaftaran dibuka setiap hari kerja di kantor PR Mahaputra Nusantara, Jl. Slamet Riyadi No. 101, Pabian, Kabupaten Sumenep, Madura.
Pihak perusahaan menyediakan formulir pendaftaran langsung di lokasi tanpa biaya apa pun.
“Kami ingin prosesnya transparan, cepat, dan mudah diakses siapa saja,” ujar H. Adhi lagi.
Lebih lanjut, sambung H. Adhi, Mereka yang diterima akan langsung menjalani pelatihan dasar selama dua minggu sebelum bekerja penuh.
Gaji pokok, tunjangan makan, dan insentif harian disediakan perusahaan bagi seluruh pekerja.
“Dengan kapasitas produksi meningkat, kami butuh tenaga kerja loyal dan ulet,” jelas H. Adhi.
Ia berharap masyarakat Madura, terutama perempuan usia kerja, memanfaatkan peluang kerja ini sebaik mungkin.
“Jangan lewatkan kesempatan ini. Kami masih butuh banyak tenaga,” tutupnya.
Informasi lengkap bisa diperoleh langsung ke kantor atau melalui akun resmi media sosial PR Mahaputra Nusantara.
Lowongan akan tetap dibuka sampai seluruh posisi terisi. Peluang ini menjadi langkah nyata mengurangi pengangguran lokal. (*)





















