SUMENEP, KanalNews.id – Direktur Utama (Dirut) BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan HUT ke-79 Kemerdekaan RI bukan hanya sekedar perayaan, namun ada nilai ibada yang tersirat didalamnya.
Sebab menurutnya angka 17 sebagai tanggal Kemerdekaan RI juga sebagai ibadah salat yang tidak boleh ditinggalkan bagi warga yang beragama islam.
“Sebagai umat Islam, hikmah dari kemerdekaan RI ini bagaimana tidak meninggalkan salat wajib yang jumlah rakaatnya ada 17,” katanya usai mengikuti Upacara Bendera HUT RI Ke-79 di halaman kantor Bupati Sumenep. Sabtu (17/08/2024).
Selain itu, sambung Fajar sapaan karibnya menjelaskan, waktu aktivitas manusia pada umumnya dalam sehari itu sejumlah 17 jam.
Di waktu siang beraktivitas selama 12 jam, dan di waktu malam beraktivitas sejumlah 5 jam (3 jam di permulaan malam dan 2 jam di waktu akhir malam sebelum pagi).
“Artinya 17 rakaat ini harus dikerjakan. Taat ibadah dan terus semangat merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan RI,” ujar Fajar.
Lebih lanjut, Fajar juga menyampaikan bahwa setiap perayaan 17 Agustus tidak lupa selalu mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan dan menjunjung tinggi kebhinekaan.
“Kalau kita, harus semangat 17, karena 17 ini adalah tanggal Kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Di samping itu, Fajar mengatakan, semua kepala daerah tahun ini melangsungkan Upacara Bendera 17 Agustus di Ibu Kota Nusantara (IKN).
IKN adalah ibu kota masa depan Indonesia yang diresmikan pada 17 Agustus 2024, bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-79 Indonesia.
IKN direncanakan akan menggantikan Jakarta yang telah menjadi ibu kota sejak 1961.
“Semua kepala daerah yang saat ini ada di IKN mudah-mudahan menjadi sejarah karena telah melangsungkan upacara yang pertama kali di sana,” pungkasnya. (*)





















