Dinsos P3A Sumenep Salurkan Bansos Sembako dan Pembinaan untuk 40 PPKS

Dinsos P3A Sumenep
Kabid Resos Dinsos P3A Sumenep, Tri Budi Hastuti (Tengah) Bersama Narasumber dan Salah Satu Peserta PPKS yang Menerima Bansos Sembako. (Foto: Istimewa - Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id — Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar bimbingan sosial dan penyerahan bantuan sembako untuk 40 Penyandang Permasalahan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Kamis, 13 November 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinsos dengan peserta terdiri atas gelandangan, pengemis, dan pemulung yang selama ini tercatat dalam layanan sosial kabupaten.

Bantuan sembako mencakup beras 30 kilogram, gula lima kilogram, kecap tiga botol, serta minyak goreng empat liter untuk setiap penerima.

Baca Juga :  Event AF Drag Bike 2024 Sukses Dongkrak Kunjungan Wisata dan Geliat Ekonomi Masyarakat

Dinsos juga menghadirkan narasumber dari HIMPSI dan Diskoperindag Sumenep guna memberikan pembekalan mengenai penguatan mental dan peningkatan kemampuan ekonomi dasar.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Sumenep, Tri Budi Hastuti, menegaskan kegiatan ini bagian dari upaya pemulihan sosial penerima manfaat.

“Program ini kami lakukan agar mereka mendapatkan dukungan nyata, bukan hanya bantuan, tetapi juga pendampingan,” katanya. Kamis (13/11/2025).

Baca Juga :  Pelantikan Anggota DPRD Belitung Timur 2024-2029 Berjalan Khidmat

Lebih lanjut, Tutik panggilan akrabnya menambahkan, bahwa pembinaan rutin ini penting untuk memandirikan para PPKS sehingga mereka dapat keluar dari situasi kerentanan sosial.

“Kami ingin mereka memiliki kepercayaan diri dan peluang ekonomi lebih baik,” harapnya.

Tutik juga menyampaikan kolaborasi dengan HIMPSI dan Diskoperindag memberikan pendekatan lebih komprehensif bagi peserta.

“Sinergi ini membantu mereka memahami aspek psikologis dan keterampilan usaha dasar,” tuturnya.

Baca Juga :  Sumenep Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinsos P3A Gelar Sosialisasi Pencegahan

Untuk diketahui, Dinsos Sumenep berencana melanjutkan pendampingan kelompok hingga akhir tahun melalui kunjungan lapangan dan pelatihan usaha skala kecil.

Program ini disebut sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka kerentanan sosial dan meningkatkan kesejahteraan kelompok marginal. (*)