SEMENEP, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan seluruh agenda dalam 110 Kalender Event 2026 wajib melibatkan pelaku UMKM. Kebijakan itu diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) pada setiap penyelenggaraan kegiatan budaya, pariwisata, olahraga, dan kepemudaan sepanjang 2026.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan pelibatan UMKM telah menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan kalender event di berbagai wilayah.
“Setiap kegiatan kalender event kami pasti melibatkan pelaku UMKM. Itu sudah menjadi komitmen kami,” kata Faruk sapaan akrab Kepala Disbudporapar Sumenep. Selasa (07/07/2026).
Lebih lanjut, Faruk menjelaskan, pelaku UMKM yang diberdayakan diprioritaskan berasal dari masyarakat sekitar lokasi kegiatan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga setempat.
Bahkan menurutnya, kebijakan tersebut menjadi strategi pemerataan ekonomi melalui sektor pariwisata, karena setiap event mampu menciptakan peluang usaha bagi pedagang dan pelaku ekonomi kreatif.
Faruk menilai, keberhasilan kalender event tidak hanya diukur dari tingginya kunjungan wisatawan, tetapi juga dari besarnya dampak ekonomi yang diterima masyarakat.
“Kalender event tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ungkapnya.
Diketahui, sebanyak 110 kalender event akan digelar di berbagai kawasan, mulai wilayah perkotaan hingga kecamatan, sehingga pelaku UMKM yang dilibatkan disesuaikan dengan lokasi penyelenggaraan.
“Pola ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan manfaat ekonomi, sekaligus memperkenalkan produk unggulan lokal kepada wisatawan yang menghadiri setiap kegiatan, ” terangnya.
Faruk optimistis sinergi antara penyelenggaraan event dan pemberdayaan UMKM akan memperkuat ekosistem pariwisata, meningkatkan perputaran ekonomi, serta membuka peluang usaha baru di Kabupaten Sumenep.
“Keterlibatan UMKM secara konsisten di setiap kegiatan diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah,” pungkas Faruk.





















