Bulan Bung Karno, Bupati Fauzi Imbau ASN Sumenep Kenakan Peci Hitam

Bulan Bung Karno
Kolase Foto Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo dan Sang Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno. (Foto: Kolase Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id — Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki dan karyawan BUMD mengenakan peci hitam saat bertugas sepanjang Juni 2026.

Kebijakan tersebut diberlakukan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno sekaligus memperkuat semangat nasionalisme di lingkungan birokrasi Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Kami mengimbau seluruh ASN dan pengawai BUMD laki-laki di lingkungan Pemkab Sumenep untuk mengenakan peci hitam selama bulan Juni saat menjalankan tugas kedinasan,” kata Bupati Fauzi sapaan karibnya, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga :  Musrenbang RPJMD Sumenep 2025-2029 Fokuskan Pembangunan Inklusif

Menurut Bupati Fauzi, peci hitam bukan sekadar pelengkap busana, melainkan simbol kebangsaan yang memiliki nilai historis kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu juga menilai penggunaan peci hitam dapat menjadi pengingat bagi aparatur pemerintah agar terus menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Kami ingin semangat perjuangan Bung Karno diimplementasikan dalam etos kerja sehari-hari. Semangat gotong royong, persatuan, dan dedikasi kepada rakyat harus menjadi landasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  BAZNAS Sumenep: Berlari Kencang Meski Sepatunya Tak Resmi

Melalui imbauan tersebut, Pemkab Sumenep berharap semangat kebangsaan tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga tercermin dalam budaya kerja dan pelayanan publik.

Sebagai informasi, Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno karena sejumlah momentum penting terkait Presiden pertama Republik Indonesia terjadi pada bulan tersebut.

Di antaranya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni hari kelahiran Bung Karno, serta 21 Juni yang diperingati sebagai hari wafat Sang Proklamator Republik Indonesia. (*)