YLBH Madura Berang, Kadis PUPR Sumenep ‘Cuek’ Soal Proyek Jalan Rp 13 Miliar

YLBH Madura
Kurniadi, SH. Ketua YLBH Madura dan Eri Susanto Kepala Dinas PUPR Sumenep. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Tak seperti biasanya, sikap Kepala Dinas (Kadis) PUPR, Eri Susanto tiba-tiba ‘cuek’ dikonfirmasi Wartawan terkait Proyek jalan senilai Rp 13 Miliar lebih di kawasan Perum Bumi Sumekar, Desa Kolor, Kabupaten Sumenep.

Sebagaimana dilansir dari media Madura Exspose, Sabtu (30/12/2023), upaya konfirmasi di kantornya pada Jum’at (29/12/2023) kemarin juga tak membuahkan hasil karena Eri Susanto sedang tidak ada di tempatnya berdinas, yakni Kantor Dinas PUPR Kabupaten Sumenep.

Bacaan Lainnya

Atas sikap Kadis PUPR Sumenep itu, membuat berang Ketua YLBH Madura, Kurniadi,SH. Dirinya menyesalkan sikap acuh tak acuh bahkan tidak peduli yang ditampakkan oleh seorang kepala dinas terhadap wartawan yang tengah membutuhkan keterangan resmi atau konfirmasi.

“Saya sangat menyayangkan tidak respeknya Kepala Dinas PUPR itu, harusnya Pak Eri Susanto itu punya malulah kalau mau cuekin wartawan. Pejabat itu digaji dari rakyat loh. Wartawan itu butuh keterangan yang dibutuhkan oleh rakyat, ” ujarnya dengan geram.

“Setidaknya, sebagai bawahan dia itu menghargai Pimpinannya Bupati Sumenep yang selalu mendengungkan jargon Bismillah Melayani. Senin kita tindak lanjuti ke Kantor Pemkab,” imbuh Kurniadi.

Diketahui, proyek pelebaran jalan yang bersumber dari Kementrian PUPR tengah menyita perhatian kelompok elit di Sumenep.

Pasalnya, belum lama ini sempat terjadi ketegangan dan aksi saling klaim antara pihak pengembang perumahan Bumi Sumekar Desa Kolor dengan Pihak Pemkab.

Ketegangan itu terkait dengan status lahan apakah tanggung jawab pengembang ataukah pemkab Sumenep, Ketegangan itu mencuat saat terjadi kerusakan parah disepanjang jalan perumahan tersebut.

Manager PT DPK berinsial F yang mengerjakan pelebaran jalan sekaligus drainase sepanjang 1,7 KM itu mengatakan, deadline pengerjaan proyek dipastikan tuntas hari ini, Sabtu 30 Desember 2023.

Pengaspalan dan drainase dilakukan dari pintu masuk lingkar timur kearah barat hingga tembus Tajamara atau bekas Terminal Lama, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Moh Ardika, seorang seorang pekerja berpakaian rompi merah ditanya wartawan dilokasi pengaspalan disepanjang Jl. Adirasa Sumenep justru mengaku hanya bekerja dan tidak tahu saat ditanya mengenai detail pekerjaan tersebut.

“Kalau anggarannya Rp 13 miliar lebih pak, selebihnya saya tidak tahu,” jawabnya dengan wajah gugup. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *