PAMEKASAN, KanalNews.id – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Pamekasan berdiskusi mengenai pentingnya menjaga etika jurnalistik dan independensi menjelang Pilkada serentak 2024.
Cak Ma’el, Ketua KJJT Pamekasan, menegaskan bahwa wartawan harus selalu berpegang pada kode etik jurnalistik. “Ini upaya mengantisipasi hoaks menjelang Pilkada,” kata Cak Ma’el dalam keterangannya. Minggu (08/9/2024)
Ia menambahkan bahwa hoaks bisa merusak demokrasi dan menciptakan ketegangan sosial. “Hoaks itu merusak karakter dan publik, membuat gaduh,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Cak Ma’el menekankan pentingnya menjaga etika untuk mencegah berita bohong yang bisa memicu konflik dan masalah panjang di masyarakat.
“Jurnalis harus mematuhi kode etik sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sebab peliputan yang berkualitas dan etis wajib dijalankan, ” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa narasumber harus jelas, konkrit, dan objektif, demi menghasilkan berita yang layak dan bermanfaat bagi publik.
“Prinsip jurnalistik harus meminimalisasi bahaya, termasuk melindungi reputasi seseorang. Sebab pemberitaan yang berimbang adalah kunci kepercayaan masyarakat, ” pungkasnya. (*)





















