Mau Punya Rumah di Usia Muda? KPR Syariah BPRS Bhakti Sumekar Solusinya!

KPR syariah
Kolase Foto Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar dan Flayer KPR Syariah BBS (Foto: Kolase Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id — BPRS Bhakti Sumekar meluncurkan inovasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah digital yang menyasar generasi milenial dan keluarga muda.

Program ini menjadi solusi kepemilikan rumah layak dengan pembiayaan adil, tanpa bunga, serta bebas riba sesuai prinsip syariah.

Sebagai bank milik Pemkab Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar menawarkan kemudahan akses pembiayaan dengan layanan kekinian yang mengikuti gaya hidup milenial.

Baca Juga :  HUT SMSI Ke 8: Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi

Melalui kampanye terbaru, mereka menampilkan keluarga muda sebagai simbol harapan untuk memiliki rumah pertama yang nyaman dan terjangkau.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, mengatakan program ini sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan generasi muda memiliki hunian sendiri.

“Kami memahami rumah adalah kebutuhan mendasar. Dengan KPR Syariah ini, kami hadirkan pembiayaan tanpa bunga dan berlandaskan keadilan,” kata Fajar, Senin (07/07/2025).

Baca Juga :  Efek Banpol Raib Tak Jelas, Mendadak Ketua DPD Bubarkan Nasdem Sumenep, Para Ketua DPC Berontak

Lebih lanjut, Fajar Panggilan akrabnya menjelaskan, bahwa program itu menyasar kalangan urban dan milenial yang ingin membeli rumah di lokasi strategis seperti Perumahan Batu Permata Sumekar.

Skema cicilan fleksibel, proses efisien, dan pelayanan ramah menjadikan KPR Syariah sebagai alternatif dari sistem konvensional yang menjerat.

BPRS Bhakti Sumekar juga aktif memperkuat digitalisasi layanan melalui Instagram dan situs resmi di (http://www.bhaktisumekar.co.id).

Baca Juga :  Diduga Main Mata Rekom BOP? Disdik Sumenep Dituding Tebar Pilih Kasih

Dibawah pengawasan OJK dan penjaminan LPS, KPR Syariah ini memberikan rasa aman dari sisi hukum dan simpanan nasabah.

“Kami terus menguatkan platform digital dan edukasi keuangan syariah agar makin inklusif,” pungkas Fajar. (*)