Komunitas Petani Milenial Sumenep Pamerkan Inovasi Pupuk Organik di MNV dan MCF 2025

Petani Milenial
Dua Pemudi Komunitas Petani Milenial Sumenep Memamerkan Produk Inovasi Pupuk Organik di MNV dan MCF 2025. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Komunitas Petani Milenial Kabupaten Sumenep ikut serta dalam Madura Night Vaganza (MNV) Madura Culture Festival (MCF) 2025 di Stadion Ahmad Yani, 28 Agustus–3 September 2025.

Pada kesempatan spektakuler itu, para petani milenia itu menampilkan berbagai inovasi pertanian termasuk pupuk organik organik serta produk olahan usaha mikro kecil menengah (UMKM) hasil kreasi para anggota komunitas.

Baca Juga :  Aktivis Dear Jatim Guncang DPRD Sumenep, Api Ramadhan Tuntut Usut Korupsi Pokir

Ketua Komunitas Petani Milenial Sumenep, Abd. Halim, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep yang memberi ruang tampil dalam pameran bergengsi tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Sumenep, khususnya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yang telah membuka ruang bagi petani milenial,” ujarnya. Sabtu malam (30/08/2025).

Menurut Halim panggilan akrabnya menjelaskan, kesempatan itu sangat berarti untuk memperkenalkan produk pupuk organik dan hasil UMKM binaan komunitas kepada masyarakat luas.

Baca Juga :  Ketar Ketir Dilawan Mas Kiai, Achmad Fauzi Duduk Bareng Dua Pengusaha Rokok di Madura, Benarkah untuk Cari Dukungan?

“Produk pupuk organik yang dipamerkan ini merupakan inovasi anak muda Sumenep yang peduli terhadap pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, ” ungkapnya.

Selain pupuk, sambung Halim, komunitas juga menampilkan aneka produk UMKM. Mulai olahan pangan lokal, minuman herbal, hingga bibit tanaman. Semua diarahkan memperkuat ekonomi agro pedesaan.

“Keikutsertaan kami tidak hanya ajang promosi, tetapi juga sarana edukasi tentang pentingnya kembali ke pertanian alami,” kata Halim.

Baca Juga :  Jalan Rusak di Desa Karangnangka Rubaru Bertahun-tahun Dibiarkan Rusak, Warga Ancam Demo

Oleh karena itu, ia berharap dukungan pemerintah semakin memotivasi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan UMKM.

“Dengan begitu, Sumenep bisa terus berkembang menjadi daerah mandiri dan berdaya saing,” pungkas Halim. (*)