PASURUAN, KanalNews.id — Harapan baru menyelimuti para pedagang di Pasar Gondang Legi, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, setelah lebih dari satu dekade kondisinya memprihatinkan dan seolah tak tersentuh perubahan meski kepemimpinan daerah telah berganti tiga kali.
Atas dasar itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo akhirnya turun langsung meninjau lokasi tersebut pada Selasa (06/01/2026) siang.
Didampingi jajaran OPD, Plt. Kadisperindag, Camat, hingga Kepala Desa, Bupati Rusdi menyaksikan sendiri kondisi bangunan seluas 1.545 m² yang sudah “remuk”, dengan atap yang nyaris ambruk dan sanitasi yang buruk.
Kunjungan ini disambut oleh puluhan pedagang yang mayoritas adalah ibu-ibu lansia. Ayi Suhaya, S.H., selaku Wagub LIRA Jatim yang mendampingi warga, menyampaikan bahwa pasar bersejarah yang eksis sejak zaman Belanda ini merupakan urat nadi ekonomi rakyat kecil.
Ketua Paguyuban Pasar Gondang Legi, Dudung Cahyono, mengungkapkan penyusutan jumlah pedagang yang drastis. Dari semula 87 pedagang, kini terus berkurang karena kondisi lapak yang sangat membahayakan keselamatan.
“Kami mohon Bapak Bupati menghidupkan kembali pasar ini. Kalau hujan deras, pasar kami lumpuh terendam banjir selutut, sehingga kami terpaksa berjualan di bahu jalan demi menyambung hidup,” ujar salah satu pedagang, Anton, dengan penuh harap. Selasa (06/01/2026).
Merespons keluhan tersebut, Bupati Rusdi Sutejo menegaskan bahwa revitalisasi eks-Pasar Gondang Legi akan menjadi prioritas. Namun, ia menekankan pentingnya akurasi data agar tidak ada manipulasi dalam proses relokasi atau penataan ulang nantinya.
“Langkah pertama adalah pendataan riil. Saya minta anggota paguyuban jangan dimanipulasi datanya. Saya mohon kesabaran panjenengan untuk bertahan maksimal satu hingga satu setengah tahun ke depan,” tegas Bupati Rusdi.
Bupati Rusdi panggilan akrabnya, berjanji akan melibatkan perwakilan pedagang dalam proses perancangan desain pasar yang baru.
“Kita akan diskusi, apa saja kebutuhannya agar pasar ini ramai kembali dan menjadi ikon di Gondang Legi. Tim akan segera melakukan kajian teknis,” tambahnya.
Sementara itu, Ayi Suhaya menambahkan bahwa komitmen Bupati ini patut diapresiasi dan dikawal bersama. Mengingat mekanisme anggaran, realisasi kemungkinan besar akan masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 atau pada RAPBD murni tahun 2027.
“Pak Bupati butuh waktu untuk analisa dan koordinasi dengan OPD terkait. Paling lambat awal atau pertengahan 2027 kita harapkan bangunan fisik sudah terwujud,” jelas Ayi.
Ia juga berpesan kepada paguyuban untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas selama masa tunggu pembangunan.
Komitmen Bupati yang disaksikan oleh tokoh masyarakat dan jajaran dinas ini menjadi janji yang akan terus ditagih oleh masyarakat Beji demi terwujudnya pasar tradisional yang layak dan bermanfaat. (*)





















