BANYUWANGI, KanalNews.id — Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banyuwangi memperkuat layanan jemput bola kesehatan bagi warga miskin dan lansia, Sabtu (15/2/2026).
Ajakan itu disampaikan Bupati Banyuwangi saat menghadiri pelantikan pengurus IDI Banyuwangi periode 2025–2028. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah dan dokter.
“Saya percaya di bawah kepengurusan yang baru, IDI akan semakin solid, adaptif, dan kontributif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banyuwangi,” katanya saat memberikan sambutan. Sabtu (14/02/2026).
Lebih lanjut, Bupati Ipuk panggilan akrabnya mendorong sinkronisasi data antara IDI dan pemerintah daerah agar layanan jemput bola semakin luas dan tepat sasaran.
“Mari terus bersinergi. Kita perkuat lagi layanan jemput bola, merawat warga yang sakit, terutama warga miskin dan lansia sebatang kara,” ujarnya.
Menurut Ipuk, program jemput bola telah dijalankan Pemkab Banyuwangi sejak 2018 untuk menjangkau warga dengan keterbatasan mobilitas.
Program tersebut mencakup kunjungan rumah oleh dokter, pemeriksaan kesehatan, pengobatan, pemantauan penyakit kronis, hingga rujukan terintegrasi.
“Ini sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan secara merata kepada semua warga,” jelas Ipuk.
Ia juga mengingatkan tenaga medis agar mengedepankan sikap humanis dalam melayani pasien.
“Jangan sampai ada hambatan layanan bagi warga. Layani semuanya dengan baik, tidak boleh menolak pasien,” tegasnya. (*)





















