SUMENEP, KanalNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 58 menggagas budidaya selada menggunakan teknik akuaponik di atas kolam lele Koppontren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari Program KKN Mandiri UA 2026 yang menggabungkan ilmu biologi, pertanian, ekonomi syariah, dan bisnis digital.
Teknik akuaponik dipilih untuk mengoptimalkan lahan sekaligus memanfaatkan sisa metabolisme ikan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman.
Melalui sistem tersebut, limbah budidaya lele yang berpotensi mencemari lingkungan dikonversi mikroba menjadi nutrisi yang dapat diserap tanaman selada.
Ketua Kelompok KKN Posko 58, Ubaidillah, mengatakan penerapan akuaponik diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan pertanian.
“Teknik ini akan mendukung efisiensi kinerja pertanian,” ujar Ubaidillah. Minggu (06/09/2026).
Program tersebut diterapkan di Unit Petani Assalam, salah satu unit usaha Koppontren Annuqayah yang bergerak dalam bidang pertanian dan peternakan.
Kepala Unit Petani Assalam, Abdul Gaffar, menyambut baik inovasi mahasiswa UA karena dinilai membuka peluang pengembangan produksi sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat.
“Penerapan akuaponik ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan untuk mengembangkan komoditas pertanian, ” kata Abdul Gaffar. Minggu (06/09/2026).
Selain itu, Program KKN UA itu juga diarahkan menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) sekitar melalui pelatihan pembuatan instalasi akuaponik.
Pelatihan tersebut sekaligus memberikan pemahaman mengenai pengelolaan pertanian, penggunaan pupuk, serta dampaknya terhadap kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman.
Unit Petani Assalam saat ini mengembangkan sekitar 10 varietas tanaman hortikultura, 20 ribu ekor lele, dan seribu ekor bebek.
Produksi tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan komoditas pangan masyarakat sekitar, termasuk sayuran, lele, dan bebek.
Sejumlah hasil produksi Petani Assalam telah dipasok ke warung lokal serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Annuqayah.
Pengembangan selada melalui akuaponik dinilai memiliki prospek ekonomi karena permintaan komoditas tersebut terus meningkat dari pelaku UMKM kuliner dan SPPG.
Kondisi itu membuat inovasi akuaponik tidak sekadar menjadi program pengabdian mahasiswa, tetapi berpotensi dikembangkan sebagai model usaha pertanian produktif berbasis lingkungan.
Melalui penerapan teknologi sederhana tersebut, mahasiswa UA berupaya mempertemukan pengembangan ilmu, pemanfaatan limbah, ketahanan pangan, dan peluang ekonomi masyarakat.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk meningkatkan produktivitas pertanian apabila dikelola menggunakan pendekatan teknologi tepat guna. (*)





















