Disbudporapar Sumenep Tegaskan Festival Sapi Sonok Jadi Penggerak Budaya dan Ekonomi

Disbudporapar Sumenep
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, Saat Memberikan Sambutan Pada Pembukaan Festival Sapi Sonok 2026. (Foto: Ist - Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat pelestarian budaya Madura melalui Festival Sapi Sonok yang digelar di Stadion A. Yani.

Festival tersebut menjadi bagian kalender event Kabupaten Sumenep dan berlangsung pada Minggu 8 Agustus 2026 dengan melibatkan masyarakat Madura.

Sapi Sonok tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi di tengah perkembangan zaman.

Pertunjukan itu menampilkan keserasian gerak, langkah, musik, ornamen, serta keterampilan pemilik sapi yang memiliki nilai estetika dan budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi mengatakan, Festival Sapi Sonok menjadi bagian penting menjaga tradisi Madura.

“Melalui festival ini, warisan tradisi dan adat istiadat Madura tetap hidup dan dilestarikan untuk generasi mendatang,” kata Kepala Disbudporapar Sumenep, Rabu (12/8/2026).

Lebih lanjut, menurut Faruk sapaan akrabnya menjelaskan, pelestarian budaya juga memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sumenep.

“Event budaya seperti Sapi Sonok ini kami berharap mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Sumenep, ” harapnya.

Selain memperkuat identitas daerah, sambung Faruk, keberadaan event budaya Sapi Sonok itu juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pariwisata yang dihasilkan akan memberikan pendapatan bagi masyarakat setempat dan mendukung kegiatan ekonomi lokal,” ujarnya.

Faruk juga menyampaikan, Festival Sapi Sonok memiliki kedudukan penting dalam kehidupan budaya masyarakat Madura karena tradisi tersebut tidak hanya menghadirkan tontonan.

“Sapi Sonok bukan sekadar tontonan atau kontes kecantikan bagi sapi betina. Lebih dari itu, Sapi Sonok merupakan identitas, kebanggaan, dan warisan luhur masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sumenep yang sarat dengan nilai estetika, ketekunan, dan kecintaan terhadap kearifan lokal,” pungkasnya. (*)