Beranda / Regional / Jawa timur / Madura / Sumenep / Sumenep Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinsos P3A Gelar Sosialisasi Pencegahan

Sumenep Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinsos P3A Gelar Sosialisasi Pencegahan

Sosialisasi

SUMENEP, KanalNews.id — Dinas Sosial P3A Sumenep menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan ini diikuti puluhan organisasi masyarakat dan organisasi perempuan.

Pada kegiatan itu, Dinsos P3A Sumenep menghadirkan fasilitator Sekolah Perempuan Sumenep, Ketua Bidang 1 HIMPSI Sumenep, serta Koalisi Perempuan Indonesia Sumenep.

Sekretaris Dinsos P3A Sumenep, Kusmawati mengungkapkan meningkatnya kasus kekerasan membuat masyarakat resah. Hingga September 2025 terdapat 59 kasus ditangani instansinya.

Kasus itu didominasi kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, hingga penelantaran anak. Pihaknya mendorong peningkatan kesadaran pencegahan.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas harga Jelang Lebaran 1447 H, Pemkab Sumenep Gelar Pasar Murah Ramadan

“Untuk melindungi korban kekerasan pada perempuan dan anak, Dinsos P3A Sumenep telah memiliki rumah aman sebagai tempat perlindungan dan pendampingan kasus,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Lebih lanjut, Kusmawati mengatakan, masyarakat yang mengalami kekerasan bisa melapor ke 112 untuk ditindaklanjuti oleh Dinsos P3A dan rumah sakit bila butuh visum.

Sementara itu, Ketua Bidang 1 HIMPSI Sumenep, Nuzulul Khair menegaskan pencegahan kekerasan harus dimulai dari pengasuhan positif dan pengendalian emosi.

Baca Juga :  Gelontorkan Rp390 Juta untuk Beasiswa, Dinsos P3A Sumenep Mulai Melakukan Verval 156 Mahasiswa

“Kita harus belajar manajemen emosi karena rata-rata kalau dalam teori psikolog secara umum ketika tidak bisa memanaj emosi biasanya cenderung frustasi dan frustasi ini yang membuat kecenderungan agresi,” ucap Nuzul panggilan akrabnya.

Senada juga disampaikan Fasilitator Sekolah Perempuan Sumenep, Raudhatun mendorong pemerintah mempercepat regulasi perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat desa.

“Kitab isa menyampaikan kembali bagaimana membangun keluarga yang harmonis jadi intinya adalah keluarga inti bagaimana menerapkan rahmah dan kasih sayang dalam keluarga,” katanya.

Baca Juga :  Melalui Dinsos P3A, Bupati Sumenep Salurkan Zakat Fitrah ASN Jelang Idul Fitri 1445 H

Ditempat yang sama, Ketua KPI Sumenep Nunung Fitriana berharap organisasi perempuan mampu memperluas informasi bahwa kekerasan tidak boleh dinormalisasi.

“Kekerasan tidak bisa dinormalisasi maka penting memahami pengetahuan dan penanganan kekerasan pada perempuan dan anak agar bisa saling jaga dan saling bantu untuk mencegah dan meminimalisir angka kekerasan seksual di Sumenep,” tukasnya. (*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *