PAMEKASAN, KanalNews.id – Forum NGO bersama buruh pabrik lokal, petani, mahasiswa, dan masyarakat umum menggelar Aksi, mereka menagih janji bupati yang dirasa telah diingkari. Massa memadati halaman Pendopo Ronggo Sukowati, pada Kamis (18/9/2025).
Isu vital tentang kesejahteraan petani tembakau yang terus merugi akibat harga anjlok dan kebijakan yang timpang, juga pemerataan pembangunan infrastruktur yang dinilai hanya berputar di pusat kota, sehingga desa-desa dianggap dianaktirikan, diangkat dalam aksi ini.
Tak hanya itu, anggaran yang dianggap tidak relevan juga menjadi isu sentral yang mereka bawa kehadapan orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan.
Korlap aksi, Zini Wer Wer, menegaskan bahwa bupati seharusnya bertindak tegas dan menekan gudang-gudang besar agar membeli tembakau lokal. Sehingga petani tidak rugi yang diakibatkan anjloknya harga tembakau.
“Petani lokal sudah jungkir balik, tapi gudang lebih memilih tembakau luar. Bupati jangan hanya janji, harus berani pasang badan untuk rakyatnya,” terang ketua NGO.
Tak hanya Zaini, Marhaen, juga menyampaikan orasi pedas terhadap DPRD. Ia menuding bahwa pajak yang ditarik dari rakyat justru digunakan untuk hal-hal yang berbau kepentingan elit belaka.
“Bupati dan DPRD selama ini hanya pandai bicara. Pajak rakyat dipakai untuk sewa hotel, beli sofa mewah, dan penginapan. Sungguh tidak masuk akal! Itu uang rakyat, bukan untuk kesenangan pejabat, sementara rakyatnya sendiri masih sengsara,” teriaknya.
Pantauan di lapangan massa aksi juga membakar ban bekas. Api yang bersumber dari ban bekas yang dibakar massa menambah keriuhan aksi tersebut.
Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas kemanan. Mereka memaksa masuk kekantor bupati. Selain atribut aksi seperti poster mereka juga membawa sofa bekas
Forum NGO menegaskan, aksi ini adalah peringatan keras bahwa rakyat Pamekasan tidak akan tinggal diam. Jika janji-janji bupati dan DPRD terus dikhianati, maka gelombang aksi berikutnya akan lebih besar dan lebih tegas.
Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Khalilurrahman menjawab tuntutan massa. Mengenai anggaran yang dinilai tidak relevan ia menyebut sudah membatalkan dan mengalokasikan kepada yang lebih penting.
Untuk gudang tembakau raksasa yang belum melakukan pembelian, pihaknya juga mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak gudang.
“Saya sudah sudah telfon Gudang Garam, mereka sudah lama menikmati manisnya tembakau di Pamekasan, tapi sampai saat ini belum melakukan pembelian,” tukasnya.





















