Berpotensi Konflik, Legislator PPP Minta Pembangunan Tambak Garam di Gersik Putih di Stop

Berpotensi Konflik, Legislator PPP Minta Pembangunan Tambak Garam di Gersik Putih di Stop
H. Latif, Legislator PPP yang Meminta Pembangunan Tambak Garam di Gersik Putih di Stop. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, kanalnews.id – Polemik pembangunan tambak garam di Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin memanas.

Hal itu disebabkan ada penolakan keras dari warga desa setempat, sehingga terus menimbulkan konflik antara pemerintah Desa Gersik Putih dengan Warganya sendiri.

Bacaan Lainnya

Oleh sebab itu, Ketua Fraksi PPP DPRD Sumenep, H. Latif meminta pembangunan tambak garam tersebut agar segera di stop dulu demi kondusifitas dan keamanan.

“Saya minta pembangunan tambak garam di Gersik Putih di Stop dulu, sebab kalau diteruskan ditakutkan menimbulkan konflik yang mengarah pada kontak fisik,” katanya kepada media kanalnews.id. Senin (13/03/2023).

“Karena kabarnya masyarakat Gersik Putih sampai beberapa kali melakukan aksi penolakan, berarti kan pembangunan itu masih bermasalah,” imbuh H. Latif.

Lebih lanjut, anggota komisi III DPRD Sumenep mengatakan, hingga saat ini pembangunan tambak garam tersebut tidak mengantongi izin yang jelas dari pihak yang berwenang.

“Apalagi kabarnya pembangunan tambak garam itu belum mengantongi izin,” ungkap Politisi senior PPP itu.

Bahkan menurut Politisi berpenampilan botak itu menegaskan, bahwa sebadan pantai apalagi laut itu siapapun tidak boleh sembarang dibangun kegiatan seperti tambak garam seenaknya sendiri.

“Sebab 110 meter dari pantai itu dilarang dibangun tambak atau usaha apapun, karena bisa merusak lingkungan hidup disekitar jika tidak mengantongi izin yg jelas,” tegas H. Latif.

Seharusnya, lanjut Politisi yang juga pengusaha wisata itu meminta kepada Kepala Desa Gersik Putih lebih mengedepankan kondusifitas Desa-nya.

“Saya sarankan Kepala Desa Gersik Putih lakukan usaha persuasif dan musyawarah dengan semua elemen masyarakat agar pembangunan tambak garam itu tidak terjadi polemik lagi,” pungkasnya. (Hil/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *