Tingkatkan Layanan Inklusi, Disdik Sumenep Latih 97 Guru

Inklusi
Potret Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Layanan Sekolah Inklusi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. (Foto: Ist For Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, aktif memperbaiki layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Oleh karenanya, Disdik Sumenep melaksanakan program pendidikan dan pelatihan sekolah inklusi bagi seluruh tenaga pendidik di bawah naungannya.

Pelatihan ini melibatkan 97 guru dari berbagai jenjang pendidikan, yakni 5 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 31 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 61 guru Sekolah Dasar (SD)

Baca Juga :  Ini Tujuan Bappeda Sumenep Sinkronisasikan RKPD 2025 dengan KEM-PPKF

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Akhmad Fairuz mengatakan tujuan pelatihan itu adalah untuk memperkuat kemampuan guru dalam memberikan layanan inklusi bagi anak didiknya.

“Pelatihan ini dirancang agar guru dapat lebih baik dalam memenuhi hak murid untuk layanan pendidikan yang setara dan inklusif,” kata Fairuz panggilan karibnya. Selasa (06/08/2024).

Baca Juga :  LBH Cakra Soroti Proyek Perluasan Jalan Surabaya-Banyuwangi KM 271+000

Lebih lanjut, Fairuz mengatakan materi pelatihan ini mencakup kebijakan layanan, akomodasi, bentuk layanan, strategi pendampingan, serta rencana tindak lanjut bagi siswa disabilitas.

Fairuz juga menegaskan pentingnya memberikan layanan pendidikan setara tanpa membeda-bedakan siswa.

“Semua siswa harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan, tanpa adanya perbedaan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana, terutama Bidang Pembinaan Ketenagaan.

Baca Juga :  Fokus Pembangunan Berkelanjutan, Bappeda Sumenep Susun RPJMD 2025–2029

Agus menilai upaya ini sejalan dengan filosofi Ki Hajar Dewantara, yang menekankan pendidikan sebagai alat untuk membentuk individu mandiri dan kreatif.

“Layanan pendidikan inklusi penting untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak agar berkembang sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing,” tandasnya. (*)