SUMENEP, KanalNews.id — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya menjadikan inovasi sebagai budaya kerja. Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah.
Menurut Arif sapaan akrabnya menejelaskan, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut setiap ASN mampu beradaptasi, berpikir kreatif, dan menghadirkan terobosan sesuai tugas serta fungsi masing-masing.
Mantan Kepala DKPP Sumenep itu menegaskan, Bappeda memiliki peran strategis sebagai perumus arah kebijakan pembangunan. Karena itu, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menghasilkan perencanaan yang efektif dan tepat sasaran.
“Seluruh staf harus terus mengasah kreativitas dan jangan pernah takut untuk berinovasi. Inovasi menjadi kunci agar perencanaan pembangunan semakin tepat sasaran,” katanya. Selasa (04/08/2026).
Lebih lanjut, Arif menjelaskan, inovasi tidak selalu diwujudkan melalui program baru. Ketepatan menyusun dokumen perencanaan, ketajaman menganalisis data, serta kecermatan merumuskan kebijakan juga menjadi bagian penting dari peningkatan kinerja organisasi.
“Jadi harus bisa bekerja dengan maksimal,” ujarnya.
Selain mendorong inovasi, Arif mengingatkan seluruh ASN agar menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurut dia, setiap pekerjaan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.
“Setiap tugas yang kita kerjakan adalah ladang pengabdian. Jadi jangan mengabaikan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya,” tegas Arif.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antarbidang di lingkungan Bappeda. Sinergi internal diperlukan agar seluruh program pembangunan berjalan efektif, efisien, dan sejalan dengan visi serta misi Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Keberhasilan pembangunan di Kabupaten Sumenep sangat bergantung pada kekompakan tim,” tandasnya. (*)





















