SUMENEP, KanalNews.id – Pemerintah Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, menyatakan telah dua kali memfasilitasi mediasi terkait polemik yang melibatkan SDN Juluk 2, TK Muslimat Al-Anshori, dan TK Juara.
Namun hingga kini, hasil mediasi tersebut disebut belum mendapat tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Kepala Desa Juluk, Taufik Rahman, S.E., mengatakan pemerintah desa tidak memiliki kewenangan menyelesaikan persoalan pendidikan secara langsung.
Meski demikian, pihaknya merasa berkewajiban membantu memfasilitasi apabila persoalan tersebut berdampak terhadap masyarakat desa.
“Komentar desa perlu dipahami oleh media semuanya, bahwa polemik yang terjadi di Desa Juluk, tentunya antara SDN Juluk II, TK Muslimat Al-Ansori dan TK Juara, itu sebenarnya tugas Pemerintah Desa hanya membantu dan memfasilitasi agar persoalan yang terjadi cepat selesai menemukan solusi terbaik,” ujarnya. Rabu (05/08/2026).
Lebih lanjut, Taufik panggilan akrabnya menjelaskan, situasi yang berkembang di lapangan sudah tidak lagi kondusif sehingga perlu segera dicarikan solusi bersama.
Pemerintah desa, kata dia, telah menggelar dua kali mediasi. Pertemuan kedua bahkan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep serta Camat Saronggi.
“Yang jelas pemerintah Desa sudah dua kali memfasilitasi hal ini. Yakni Polemik SDN Juluk II dan dua TK ini di Balai Desa. Pertama dengan dihadiri Pak Camat Saronggi kedua dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Sumenep,” ungkapnya.
Dalam mediasi tersebut, lanjut Taufik, Kepala Dinas Pendidikan saat itu menyampaikan bahwa hasil pertemuan akan dilaporkan kepada Bupati Sumenep untuk mendapatkan keputusan lebih lanjut.
Namun hingga saat ini, Pemerintah Desa Juluk mengaku belum menerima informasi maupun tindak lanjut dari Dinas Pendidikan.
“Hasilnya sampai sekarang masih belum. Karena masih belum ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan maupun jajaran pendidikan kepada Pemerintah Desa,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Mohammad Iksan, membenarkan bahwa polemik yang terjadi antara SDN Juluk II dan TK Muslimat Al-Ansori sudah dilakukan mediasi di Balai Desa Juluk. Namun karena tidak ada titik temu pihaknya mengaku akan laporan dulu ke Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
“Ya, persolan di SDN Juluk II dan TK Muslimat itu akan saya bawa kepada Bupati untuk meminta petunjuk solusi yang terbaik. InsyaAllah malam ini saya akan menghadap beliau (Bupati Sumenep, red), ” ujar Iksan panggilan akrabnya. Selasa (28/07/2026).
Sementara itu, Kepala SDN Juluk II, Mahelli, belum memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan.
Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp yang dikirim media ini hanya dibalas singkat dengan alasan masih menghadiri kegiatan dan akan menghubungi kembali.
“Nanti saya hubungi, skarang saya lagi rapat persiapan lomba HUT RI, ” tulis Kepala SDN Juluk II melalui chat whatsapp-nya. Senin (27/07/2026).
Untuk mempercepat penggalian informasi supaya pemberitaan menjadi berimbang, media ini juga mendatangi sekolah SDN Juluk II pada hari ini (Rabu, 05/08/2026) untuk melalukan konfirmasi langsung kepala Mahelli selalu Kepala Sekolah SDN Juluk II.
Namun tibanya di Sekolah SDN Juluk II, Kepala Sekolah SDN Juluk II, Mahelli tidak ada di kantornya.
“Pak Kepala Sekolah tidak ada Mas, karena ikut pembukaan lomba Agustusan, ” ujar seorang pria dihalaman Sekolah SDN Juluk II. Rabu (05/08/2026).
Namun hingga berita diterbitkan, Mahelli belum memberikan penjelasan maupun hak jawab atas polemik tersebut.
Kendati demikian, KanalNews.id tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Mahelli, Kepala SDN Juluk II untuk memberikan penjelasan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (*)





















