Jadi Pelopor Kretek Lokal untuk Dunia, CEO Rokok Makayasa Raih Penghargaan SMSI Award 2025

Rokok Makayasa
CEO Rokok Makayasa, H. Supriyadi Saat Menerima Penghargaan Langsung dari Kadis Kominfo Jatim yang Mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pada Ajang SMSI Award 2025.(Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Sosok di balik merek rokok lokal Makayasa, yakni H. Supriyadi, resmi menerima penghargaan SMSI Award 2025 dalam kategori Pelopor Rokok Kretek Lokal Berdaya Saing Nasional.

Penghargaan itu diberikan langsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu malam (28/5), sebagai bentuk pengakuan atas kiprahnya membesarkan industri hasil tembakau menjadi brand nasional.

Acara yang dihadiri Forkopimda se-Madura, pejabat Pemkab Sumenep, dan Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur itu menjadi saksi keberhasilan pengusaha desa yang kini menjadi ikon UMKM kreatif Madura.

Baca Juga :  Hadapi Era Digital, Disdik Sumenep Cetak Guru Melek Koding dan Kecerdasan Artifisial

Berawal dari sebuah dapur produksi kecil di Desa Lenteng Barat, H. Supriyadi membangun PR Mahaputra Nusantara dengan nama produk unggulannya bernama rokok Makayasa.

Dengan cita rasa khas rokok Madura dan strategi distribusi yang kuat, Makayasa kini menjangkau pasar, pulau Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga mulai dilirik pasar kelas dunia, diantaranya masuk pasar Malaysia, Thailand dan Singapura.

Baca Juga :  IKAPMII Ganding Bakal Gelar Nobar Timnas, Wujudkan Semangat Nasionalisme

Tak hanya fokus pada produksi, perusahaannya juga membuka ratusan lapangan kerja bagi warga sekitar sebagai pelinting rokok lokal. Perubahan status dari pabrik rumahan menjadi PT dengan sistem manajemen profesional juga menunjukkan keseriusan dalam pengelolaan bisnis.

“Inovasi adalah kunci. Kami tidak hanya menjual rokok, tetapi menjual rasa, cerita, dan keunikan Madura,” ujar H. Supriyadi usai menerima penghargaan. Kamis (29/05/2025).

Bukti lainnya, pada tahun 2024, produk Makayasa juga diganjar CNN Indonesia Award dalam kategori Private Sector, memperkuat posisi PR Mahaputra Nusantara sebagai pelaku industri rokok lokal yang mampu bersaing dengan merek-merek besar nasional.

Baca Juga :  Dua Sultan Madura Minta Kurangi Tanam Tembakau, Petani; Jangan Bikin Resah dan Pesimis

H. Adi panggilan akrabnya menegaskan bahwa penghargaan ini bukan milik pribadi, melainkan milik seluruh masyarakat yang telah mendukung perjalanan Makayasa.

“Kami ingin Mahaputra Nusantara menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa. Berbasis budaya, berpijak pada kearifan lokal, dan melangkah menuju pasar global,” pungkasnya.***