SUMENEP, KanalNews.id — Kesuksesan Festival Perempuan Pesisir 2026 di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikannya agenda tahunan dalam Kalender Event Sumenep.
Festival yang digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep bersama DPD Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Sumenep itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator kuat bahwa kegiatan tersebut layak dilanjutkan setiap tahun.
“Festival Perempuan Pesisir ini merupakan pertama kalinya digelar. Ke depan, festival ini akan menjadi agenda tahunan dalam kalender event yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumenep,” kata Faruk sapaan akrabnya, Jum’at (05/06/2026).
Lebih lanjut, Faruk menjelaskan, festival tersebut menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam memberikan ruang lebih luas bagi perempuan pesisir untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya.
Selain itu, sambung Faruk, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya yang melibatkan masyarakat secara aktif.
“Melalui festival ini, kami ingin memperkuat identitas budaya pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD KPPI Kabupaten Sumenep, Yusnaniyah menilai festival tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan peran strategis perempuan pesisir kepada masyarakat luas.
“Festival ini menjadi ruang bagi perempuan pesisir untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan budaya yang mereka miliki. Kami ingin masyarakat memahami bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi pesisir,” paparnya.
Sepanjang kegiatan, pengunjung disuguhkan beragam atraksi budaya dan produk kreatif khas masyarakat pesisir.
Mulai dari pertunjukan tari pesisir, musik tradisional Madura, pameran alat tangkap ikan tradisional, miniatur perahu nelayan, hingga peragaan busana berbahan daur ulang.
Festival juga diramaikan peluncuran buku tentang perempuan pesisir dan bazar kuliner yang menampilkan berbagai produk olahan hasil laut karya perempuan setempat.
Tak hanya menjadi hiburan, seluruh rangkaian kegiatan turut mengedukasi masyarakat tentang pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimca Dasuk, kepala desa se-Kecamatan Dasuk, serta perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat, Festival Perempuan Pesisir diharapkan menjadi ikon baru pariwisata Sumenep sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (*)





















