Gara-gara Event MCF 2025, Nama Bupati Sumenep Tercoreng Akibat Ulah “Antek-anteknya”!

Bupati Sumenep
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (Foto: Istimewa)

SUMENEP, KanalNews.id – Polemik ketidakbecusan penyelenggaraan event Madura Culture Festival (MCF) 2025 pasalnya bikin nama naik baik Bupati tercoreng.

Hal itu disampaikan, Ketua Aktivis Sumenep Progresif (ASPRO), Ali Makki, ia menilai kekacauan pengelolaan dana APBD sebesar Rp310 juta dalam event besar selama tujuh malam itu telah mencoreng wajah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

“Apakah seburuk itu panitia melaksanakan kegiatan, padahal kan sudah dianggarkan melalui APBD tapi malah minta sponsorship dimana-mana. Kan malu-maluin Bupati, sampai ke rokok rokok PR itu kan, berarti ini kan APBD kesannya tidak bisa menanggulangi acara ini,” katanya kepada KanalNewas.id. Kamis kemarin (18/09/2025)

Dengan anggaran ratusan juta dari APBD itu, sambung Makki panggilan akrabnya, tidak logis jika panitia masih mencari sponsorship tambahan bahkan sampai mencuat isu minta bantuan kepada pengusaha rokok, RSUD, BPRS, hingga Migas,

“Pelaksanaan event Bupati itu harusnya tidak chaos seperti ini. Apalagi ini chaos urusan keuangan. Kenapa malah justru yang dianggarkan oleh APBD, acaranya chaos seperti ini. Ini kan mempermalukan bupati sebagai kuasa anggaran. Iya kan. Kan malu-maluin Bupati ini namanya,” tegas makki.

Baca Juga :  AQUA Pasuruan Salurkan Ratusan Donasi Air Minum untuk Korban Erupsi Semeru

Makki kembali menegaskan, jika pola seperti itu terus dipertahankan, lebih baik event serupa tidak lagi menggunakan APBD tahun depan atau dihapus saja kegiatan hura-hura seperti itu.

“Jadi menurut saya lebih baik dibubarkan (dihapus, red) saja event itu. Jangan dianggarkan tahun depan. Lebih baik suruh cari sponsorship saja acara event bupati ini,” tegas Makki.

Untuk diketahui, sebagaimana diberitakan sebelumnya, Oknum anggota Baznas Sumenep yang bernama Sugeng Haryadi itu diduga menjadi otak dari pengerukan pundi-pundi rupiah dengan kedok event MCF 2025.

Pasalnya event budaya yang katanya terbesar di Madura itu ternyata hanya diduga jadi bancakan bagi oknum panitia penyelenggara hingga hampir menelan anggaran Rp1 miliar.

Baca Juga :  Komitmen Cabup Mas Kiai Fikri Penuhi Kebutuhan UMKM di Pelosok Desa

Berdasarkan hasil investigasi tim media ini, anggaran yang cukup fantastis itu berasal dari anggaran APBD Sumenep 2025 sebesar Rp310 juta.

Anggaran ratusan juta itu terbagi untuk enam kegiatan, termasuk MCF itu sendiri Rp200 juta, Madura Night Vaganza Rp25 juta, Batik Festival Rp35 juta, Festival Tembakau Rp15 juta, Pamdas Rp15 juta dan Sweet Model Rp20 juta.

Tak cukup mengeruk dana APBD, oknum pejabat Baznas Sumenep itu juga diduga menjual sewa stand bagi peserta yang mengikut event MCF tersebut dengan tarif beragam mulai dari Rp 800 ribu, Rp1,5 juta hingga Rp3 juta.

Jika sewa tendanya itu dirata-ratakan Rp1,5 juta dikali 146 tenda, maka terkumpul dana sangat fantastis yakni sebesar Rp219 juta.

Belum cukup sampai disitu, sifat kemaruknya semakin terkuak setelah oknum tersebut meminta sumbangan kepada Paguyuban Pengusaha Rokok yang nilainya fantastis yakni Rp3 juta per PR (Pabrik Rokok).

Baca Juga :  Batas Akhir Proposal Pengajuan AID 2025 Diperpanjang Hingga 3 Oktober

Sementara paguyuban rokok di Kabupaten Sumenep beranggotakan sekitar 70 PR jika dikalikan Rp3 juta yang sesuai permintaan oknum Baznas yang diduga jadi panitia penyelenggara dibalik layar itu mencapai Rp 210 juta.

Meski Paguyuban Pengusaha tidak menyanggupi permintaan oknum pejabat Baznas, pihaknya tetap memberikan iuran sejumlah Rp40 juta yang katanya ditransfer langsung kepada Sugeng.

Jadi total sementara uang dikeruk oleh oknum anggota Baznas itu dari APBD, sewa tenda, dan sumbangan dari paguyuban pengusaha rokok mencapai Rp739 juta. Belum termasuk dana sponsor seperti SKK Migas, BPRS dan RSUD mungkin bisa mencapai Rp1 Miliar.

Dengan anggaran miliaran rupiah itu tengah Kabupaten Sumenep dikabarkan keuangannya lagi tidak baik-baik saja yang katanya karena akibat efisiensi anggaran, apakah ada PAD yang masuk ke Kas Daerah dari anggaran event MCF tersebut? (*)