BRIDA Sumenep Serahkan Hasil Riset Terbaru Tingkatkan Mutu Pendidikan di Era Digital

Brida Sumenep
Kepala Brida Sumenep, Benny Irawan, Saat Diwawancarai di Kantornya. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyelesaikan riset terbaru mengenai pengelolaan lembaga pendidikan di era digital.

Riset tersebut menyoroti tantangan dan peluang pendidikan digital, serta merekomendasikan strategi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Penelitian ini merupakan kolaborasi BRIDA Sumenep dengan Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) yang bertajuk Manajemen Lembaga Pendidikan di Era 4.0.

Baca Juga :  Melalui Dinsos P3A, Pemkab Sumenep Salurkan Puluhan Hewan Kurban

Studi yang rampung pada Desember 2024 itu memetakan dinamika transformasi pendidikan digital di wilayah Sumenep.

Kepala BRIDA Sumenep, Benny Irawan, ST., M.T. menyampaikan, bahwa pendidikan digital mengalami kemajuan, namun masih butuh perbaikan sistemik.

“Temuan kami mengungkap bahwa tantangan utama terletak pada keterbatasan infrastruktur, khususnya di daerah yang belum terjangkau jaringan internet,” katanya pada media ini. Senin (09/06/2025).

Baca Juga :  Akis Jasuli Dianggap Buang Kader, NasDem Korda Madura Raya Lahir

Lebih lanjut, Benny panggilan akrabnya menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil riset tersebut kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Pendidikan Sumenep.

Salah satu rekomendasi penting adalah percepatan adaptasi teknologi digital oleh lembaga pendidikan untuk peningkatan mutu.

“Meski rekomendasi telah kami serahkan, implementasinya akan dipertimbangkan untuk kebijakan tahun mendatang,” ungkap Benny.

Benny juga menambahkan, BRIDA juga mendorong partisipasi aktif dari pemerintah desa hingga pengelola sekolah dalam memperluas akses digital.

Baca Juga :  Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pj Bupati : Nilai Pancasila harus selaras Dengan Aktivitas Generasinya

Selain akses, sambung Benny, BRIDA juga menyampaikan pentingnya pengawasan internet bagi pelajar untuk menjaga lingkungan digital yang sehat.

“Pengawasan bersama antara sekolah dan keluarga sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak negatif dari dunia digital terhadap peserta didik,” pungkasnya. (*)